Haji 2026: 40 Ribu Jemaah Indonesia Tiba di Tanah Suci, Layanan Kesehatan Diperketat
MADINAH – Memasuki hari kesembilan operasional haji 1447 H/2026 M, arus kedatangan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi terus meningkat secara signifikan. Hingga Rabu (29/4/2026) pagi, tercatat lebih dari 40.000 jemaah yang tergabung dalam 104 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari berbagai embarkasi di tanah air menuju Madinah.
Berdasarkan data terkini dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terintegrasi (Siskohat), sebanyak 36.483 jemaah telah menempati hotel-hotel di wilayah Markaziah, Madinah, untuk menjalani ibadah Arbain sebelum nantinya bergeser ke Makkah.
Fokus pada Layanan Kesehatan dan Lansia
Penyelenggaraan haji tahun ini tetap mengusung tema "Haji Ramah Lansia". Dari total jemaah yang tiba, sekitar 20% hingga 25% merupakan jemaah lanjut usia yang memerlukan perhatian khusus. Tim kesehatan di Daerah Kerja (Daker) Madinah melaporkan telah menangani lebih dari 1.300 kasus rawat jalan sejak kedatangan kloter pertama.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menegaskan bahwa penguatan infrastruktur medis menjadi prioritas utama guna mengantisipasi dampak cuaca panas yang mulai menyentuh angka 34°C di Madinah.
"Pemerintah memastikan bahwa kesehatan jemaah menjadi prioritas utama. Layanan kesehatan disiapkan secara berlapis, mulai dari satu dokter di setiap kloter hingga rujukan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan rumah sakit Arab Saudi. Kami meminta jemaah untuk disiplin menjaga hidrasi dan istirahat yang cukup," ujar Maria Assegaff dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).
Guna memperkuat pelayanan di lapangan, pemerintah melibatkan 1.100 tenaga pendukung (Tepung) yang terdiri dari mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan mukimin di Arab Saudi. Kehadiran mereka sangat krusial dalam membantu jemaah, terutama dalam hal komunikasi dengan otoritas setempat dan pendampingan di kawasan Masjid Nabawi.
Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron B. Ambary, menekankan bahwa kerja kolektif ini adalah kunci sukses operasional haji tahun ini.
"Seluruh unsur PPIH, baik dari pusat maupun tenaga pendukung, merupakan satu kesatuan. Keunggulan utama tim pendukung kami terletak pada penguasaan bahasa Arab dan pemahaman medan yang baik, yang sangat membantu memperlancar koordinasi teknis di lapangan," ungkap Yusron B. Ambary.
Duka dari Tanah Suci
Di tengah kelancaran operasional, kabar duka menyelimuti jemaah asal Solo dan Pasuruan. Hingga hari ini, tercatat dua jemaah wafat di Madinah, yakni Rodiyah (68) dari Solo dan Kamariyah Dul Tayib (85) dari Pasuruan. Keduanya telah mendapatkan penanganan pemulasaraan sesuai prosedur oleh otoritas setempat.
Pemerintah menghimbau keluarga jemaah di tanah air untuk tetap tenang dan terus memantau perkembangan melalui saluran komunikasi resmi. Bagi jemaah yang masih berada di asrama haji, diingatkan untuk tidak membawa barang bawaan berlebih dan fokus menjaga kondisi fisik sebelum keberangkatan.