Generasi Muda Didorong Kuasai Kebijakan Publik untuk Arahkan AI di Indonesia
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mendorong generasi muda untuk tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga menguasai perumusan kebijakan publik terkait kecerdasan artifisial (AI). Pesan strategis tersebut disampaikan saat menemui peserta Youth Parliamentary 2026 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, pada Senin (27/4/2026).
Nezar menegaskan bahwa simulasi sidang parlemen pemuda membahas hal fundamental, yakni kebijakan publik. Proses ini merupakan fondasi awal untuk merumuskan regulasi yang akan berdampak langsung bagi masyarakat luas. "Apa yang Anda lakukan nanti di parlemen sebetulnya adalah bagaimana membahas persoalan strategis bangsa, kemudian membuat regulasinya," ujar Nezar.
Peran Krusial Regulasi di Era Digital
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, kebijakan publik memegang peran krusial dalam menentukan arah inovasi digital di Indonesia. Regulasi yang tepat diyakini mampu mendorong kemajuan teknologi sekaligus membuka peluang ekonomi yang produktif. Aturan tersebut tidak boleh menghambat inovasi, melainkan harus mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Generasi muda saat ini dinilai akan menghadapi perubahan tatanan global akibat otomatisasi dan kemunculan teknologi baru. Oleh sebab itu, penguasaan teknis wajib diiringi dengan pemahaman regulasi yang komprehensif. "Kebijakan bidang teknologi butuh pengetahuan luas sehingga bisa merumuskan regulasi secara tepat," jelas Wamenkomdigi.
Mengendalikan Arah Kecerdasan Buatan
Indonesia saat ini masih berada pada tahap awal dalam pengembangan teknologi baru atau emerging technology. Kondisi ini menjadikan peran dan keterlibatan generasi muda sangat krusial untuk menentukan arah pengembangan inovasi digital ke depan. Kaum muda diharapkan mampu memberikan masukan strategis yang aplikatif demi kemajuan bangsa.
Sebagai penutup arahannya, Nezar mengajak seluruh pemuda untuk mengambil langkah proaktif agar tidak sekadar menjadi konsumen teknologi. Generasi penerus bangsa harus bertindak sebagai pengendali utama atas perkembangan kecerdasan buatan. "Kita harus jadi tuannya dan jangan biarkan kita menjadi budaknya," tandasnya.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id