Logo
Home Berita

Demi Kelancaran dan Keamanan, Pemerintah Anjurkan Pemudik Percepat Jadwal Arus Balik

Oleh Redaksi 25 Mar 2026
Demi Kelancaran dan Keamanan, Pemerintah Anjurkan Pemudik Percepat Jadwal Arus Balik
Demi Kelancaran dan Keamanan, Pemerintah Anjurkan Pemudik Percepat Jadwal Arus Balik — setneg.go.id
Pemerintah menyarankan masyarakat pulang lebih awal demi menghindari kemacetan saat puncak arus balik liburan.

Masyarakat diminta oleh pemerintah untuk mempercepat jadwal perjalanan pulang pascalibur Lebaran 2026. Langkah ini bertujuan mencegah penumpukan kendaraan pada puncak arus balik gelombang kedua yang diperkirakan jatuh pada tanggal 28 dan 29 Maret.

Pesan ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno ketika melakukan peninjauan manajemen lalu lintas di Pos Pantau Jasa Marga Toll Command Center (JMTC) Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (25/3/2026).

"Kami mengimbau warga agar tidak menunda kepulangan hingga 28 atau 29 Maret. Sebaiknya kembali lebih awal, mulai hari ini 25 Maret pun sudah bisa. Jangan lupa manfaatkan diskon tarif tol yang berlaku pada 26 dan 27 Maret demi perjalanan yang lebih santai," paparnya.

Di samping imbauan kepada warga, Menko PMK juga meminta para petugas terkait untuk memastikan kelancaran manajemen arus balik.

"Kita telah memasuki fase arus balik. Saya meminta seluruh aparat untuk tetap menjaga fokus, serta bekerja keras dan cerdas dengan selalu berpedoman pada data," pesannya.

Berdasarkan data, puncak arus balik gelombang pertama tercatat pada 24 Maret 2026 (H+3) dengan total sekitar 256.338 kendaraan, menyusut 5,9 persen dari tahun sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa distribusi arus kepulangan sudah lebih merata. Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang mengarah ke Jakarta menyentuh angka 1,96 juta, mencatatkan kenaikan sekitar 6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Menurut Pratikno, kolaborasi lintas lembaga dan penerapan teknologi lalu lintas berperan besar dalam menyukseskan pengelolaan lonjakan mobilitas warga tahun ini.

"Syukurlah, perjalanan mudik kali ini berlangsung aman dan bebas hambatan. Walaupun volume pemudik bertambah, angka kecelakaan justru bisa ditekan. Ini menjadi bukti bahwa mobilitas yang padat tetap bisa tertangani secara aman," imbuhnya.

Dari hasil pantauan, puncak arus keberangkatan mudik terjadi pada 18 Maret 2026 (H-3) dengan volume lebih dari 270.315 kendaraan, meningkat 4,6 persen secara tahunan. Sementara itu, total kendaraan yang keluar dari wilayah Jakarta berkisar di angka 2,52 juta, mengalami sedikit kenaikan yakni 0,9 persen dari tahun 2025.

Laporan dari Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mengonfirmasi bahwa puncak mobilitas mudik terjadi secara bersamaan di berbagai moda transportasi pada H-3. Penumpang terbanyak tercatat di angkutan penyeberangan (403.883 orang), disusul oleh kereta api (401.238 orang), angkutan udara (311.836 orang), dan transportasi darat (232.016 orang).

Kendati aktivitas pergerakan meningkat, tingkat keselamatan secara mengejutkan semakin membaik. Selama musim libur ini, jumlah insiden kecelakaan menyusut 16 persen dari 31 kasus pada tahun lalu menjadi 26 kasus. Fakta ini membuktikan efektivitas sistem pengelolaan arus lalu lintas dalam melayani pergerakan warga sekaligus memastikan jaminan keselamatan mereka. (Humas Kemenko PMK/DND/UN-Humas Kemensetneg)

 

Disarikan dari sumber resmi www.setneg.go.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin