Logo
Home Berita

Kemenko Pangan dan WWF Dorong Transformasi Sawit untuk Kemandirian Pangan

Oleh Redaksi 24 Apr 2026
Kemenko Pangan dan WWF Dorong Transformasi Sawit untuk Kemandirian Pangan
Kemenko Pangan dan WWF Dorong Transformasi Sawit untuk Kemandirian Pangan — infopublik.id
Kemenko Pangan dan WWF-Indonesia menggelar Dialog Nasional di Jakarta untuk mendorong transformasi tata kelola kelapa sawit demi kemandirian pangan.

Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) bersama WWF-Indonesia menggelar Dialog Nasional Kemandirian Pangan 2026 di Jakarta, Kamis (23/4/2026). Acara ini merumuskan langkah konkret transformasi tata kelola kelapa sawit guna mendukung kemandirian pangan dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widiastuti, menegaskan kelapa sawit merupakan komoditas strategis bagi ketahanan pangan dan energi. Perbaikan tata kelola perlu difokuskan pada optimalisasi lahan sawit yang ada melalui intensifikasi serta opsi ekstensifikasi.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian mencatat Indonesia menyumbang 58 persen produksi minyak sawit global dengan volume 46-51,6 juta ton CPO pada 2024-2025. Produksi tersebut berasal dari tutupan lahan sawit seluas 16,83 juta hektare.

Pemberdayaan Petani Swadaya

Sekitar 40 persen lahan sawit dikelola oleh petani swadaya yang minim dukungan dan masih menghadapi tantangan produktivitas. Widiastuti menjelaskan, peningkatan produktivitas petani dapat dilakukan dengan menyelesaikan hambatan legalitas lahan serta memberikan kemudahan akses bibit unggul, pupuk, dan pembiayaan.

"Penguatan tata kelola yang inklusif, transparan, dan akuntabel menjadi kunci menjaga daya saing global. Hal ini sekaligus memastikan kesejahteraan pekebun, ketahanan pangan nasional, dan kesehatan ekosistem," ujar Widiastuti.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki sumber daya dan skala yang memadai di sektor hulu. Sistem yang inklusif sangat dibutuhkan untuk memenuhi standar global tanpa mengorbankan peran para petani kecil.

Selaras dengan Kelestarian Alam

CEO Yayasan WWF-Indonesia, Aditya Bayunanda, menekankan bahwa daya saing sawit dan ketahanan pangan harus sejalan dengan kelestarian alam. Melalui pendampingan yang tepat bagi petani swadaya, produktivitas dapat ditingkatkan tanpa perlu membuka lahan baru.

Langkah ini dinilai krusial untuk menghentikan penurunan kualitas lingkungan hidup dan menjaga keanekaragaman hayati. "Dengan praktik budidaya yang lebih baik, standar global bukan lagi tekanan melainkan peluang," tegas Aditya.

Keberlanjutan di sektor ini berarti jangka panjang dengan mengutamakan perbaikan manajemen internal. Upaya konkret yang ditekankan mencakup program peremajaan tanaman dan optimalisasi nutrisi kelapa sawit.

Komitmen Lintas Sektor

Dialog yang berlangsung dalam dua sesi ini membahas isu komprehensif dari hulu ke hilir. Diskusi bergerak dari kerangka kebijakan nasional hingga tantangan nyata yang dihadapi para petani di lapangan.

Hasil forum diharapkan menjadi komitmen konkret lintas kementerian dan sektor untuk mempercepat transformasi sawit. Upaya ini selaras dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam RPJMN 2025–2029 dan RPJPN 2025–2045.

Manfaat dari transformasi tata kelola ini diharapkan tidak hanya dirasakan oleh pihak industri besar. Petani swadaya juga diharapkan mampu menjadi fondasi utama dalam menjaga sektor kelapa sawit nasional.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin