Logo
Home Berita

BGN Gandeng Barantin Perketat Keamanan Pangan Program MBG

Oleh Redaksi 17 Apr 2026
BGN Gandeng Barantin Perketat Keamanan Pangan Program MBG
BGN Gandeng Barantin Perketat Keamanan Pangan Program MBG — bgn.go.id
Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Barantin memperketat pengawasan keamanan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar aman dan layak konsumsi.

Badan Gizi Nasional (BGN) bersinergi dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin) untuk memperketat pengawasan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kesepakatan ini ditegaskan saat kunjungan dinas BGN ke Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tengah di Palu pada Jumat (17/4). Kolaborasi strategis ini bertujuan memastikan seluruh bahan pangan yang digunakan terjamin aman, sehat, dan layak konsumsi.

Dalam kunjungan tersebut, kedua instansi membahas mekanisme pengawasan terhadap bahan pangan asal hewan dan tumbuhan yang menjadi komponen utama program MBG. Komoditas seperti telur, ikan, dan hasil pertanian lainnya menjadi fokus perhatian pengawasan. Hal ini dilakukan demi memastikan bahan baku terbebas dari hama, penyakit, maupun risiko kontaminasi lainnya.

BGN menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan program nasional ini. Mengingat sasarannya adalah kelompok masyarakat luas, jaminan kualitas gizi dan keamanan konsumsi mutlak diperlukan. Standar sanitasi dan pengendalian mutu akan terus diperketat bagi setiap bahan baku yang masuk ke dalam rantai distribusi.

Langkah Strategis Jaga Kualitas Pangan

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menyebut kerja sama ini sebagai langkah krusial untuk memperkuat sistem keamanan pangan nasional. “Kami memastikan bahwa setiap bahan pangan yang digunakan dalam Program MBG telah melalui proses pengawasan yang ketat,” ujar pejabat yang akrab disapa Hida tersebut di Palu. Ia menambahkan bahwa setiap bahan baku harus memenuhi standar kesehatan.

Lebih lanjut, Hida menjelaskan bahwa jaminan keamanan pangan tidak bisa dilakukan secara parsial. Proses pengawasan ini harus melibatkan lembaga teknis yang berwenang dan memiliki kompetensi di bidang karantina. Sinergi ini dinilai sangat penting agar seluruh rantai pasok pangan masyarakat terpantau secara terukur.

Penerbitan Sertifikat Kesehatan

Barantin dinilai memiliki peran penting dalam menjamin produk pangan asal hewan dan tumbuhan terbebas dari ancaman hama dan penyakit. “Dengan dukungan ini, kami ingin memastikan masyarakat menerima makanan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi,” tegas Hida.

Selain pengawasan fisik komoditas, BGN juga menekankan pentingnya penerbitan sertifikat kesehatan (health certificate) sebagai instrumen utama jaminan mutu. Sertifikasi tersebut menjadi bukti sah bahwa bahan pangan untuk Program MBG telah melewati proses pemeriksaan ketat sesuai ketentuan yang berlaku.

Disarikan dari sumber resmi www.bgn.go.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin