Logo
Home Berita

Tamasya, Kehadiran Negara Memeluk Anak-Anak Pekerja

Oleh Redaksi 23 Apr 2026
TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), Depok
TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), Depok — Penjaga Harapan
Menatap Indonesia Emas 2045, Presiden Prabowo tak ingin ada Anak Indonesia yang tertinggal. TAMASYA menjadi oase dini bagi Generasi Emas Indonesia

DEPOK – Matahari Kamis (23/4/2026) siang merayap di atas langit Kota Depok, namun di dalam ruangan Dandelion Daycare Plus, suasana terasa sejuk dan penuh warna. Gelak tawa bocah-bocah kecil menyatu dengan aroma minyak telon yang menenangkan. Di sudut ruangan, seorang pengasuh dengan sabar menyuapi balita, sementara yang lain asyik menyusun balok-balok kayu—membangun imajinasi di saat orang tua mereka sedang berjuang membangun ekonomi keluarga.

Inilah potret nyata dari TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak). Program unggulan yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 2025 lalu ini bukan sekadar tempat penitipan anak biasa. Ia adalah manifestasi dari janji pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN untuk memastikan "Indonesia Emas 2045" tidak dimulai dari gedung-gedung pencakar langit, melainkan dari gizi dan stimulasi yang tepat bagi anak-anak usia dini.

TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), Depok
TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), Depok
Sumber: Penjaga Harapan

Bagi banyak keluarga di pinggiran Jakarta seperti Depok, dilema antara bekerja dan mengasuh anak adalah pergulatan batin setiap hari. Tuntutan ekonomi memaksa ayah dan ibu untuk keluar rumah, namun bayang-bayang keamanan serta tumbuh kembang buah hati seringkali menjadi beban pikiran yang tak kasat mata.

"Program Tamasya adalah bentuk kehadiran negara dalam kesejahteraan keluarga. Ketika tuntutan ekonomi mengharuskan kedua orang tua bekerja, penitipan anak ini menjadi solusi strategis agar anak-anak tetap terjaga, terjamin pertumbuhannya, dan mendapatkan fondasi pendidikan yang benar," ujar Dr. Dadi Ahmad Roswandi, M.Si., Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, saat meninjau langsung lokasi di Dandelion Daycare Plus.

Penjaga Harapan melihat bahwa program ini mengintegrasikan tiga pilar utama:

 1. Kesehatan:  Pemantauan nutrisi dan tumbuh kembang secara berkala untuk mencegah stunting.

 2. Pendidikan:Stimulasi psikomotorik dan kognitif yang dirancang khusus untuk anak usia emas.

 3. Ekonomi: Memberikan ketenangan pikiran bagi orang tua untuk bekerja secara produktif tanpa rasa cemas.

Di bawah naungan program TAMASYA, fasilitas seperti Dandelion Daycare Plus tidak lagi menjadi kemewahan milik kelas atas semata. Dengan standar yang ditetapkan pemerintah, akses terhadap pengasuhan berkualitas kini lebih inklusif.

"Kita sedang mencetak generasi yang cerdas dan sehat. Ekonomi yang kuat hanya bisa ditopang oleh sumber daya manusia yang mumpuni sejak mereka masih di ayunan," tambah Dr. Dadi.

Dr. Dadi Ahmad Roswandi bersama Junaidi (Reporter Penjagaharapan)
Dr. Dadi Ahmad Roswandi bersama Junaidi (Reporter Penjagaharapan)
Sumber:

Saat jarum jam menunjukkan pukul lima sore, satu per satu orang tua datang menjemput. Wajah lelah sehabis kerja itu seketika sirna saat melihat buah hati mereka berlari menyambut dengan pelukan hangat—sebuah bukti bahwa meski raga tak bersama sepanjang hari, pertumbuhan dan kebahagiaan anak mereka tidak terhenti. Di TAMASYA, harapan-harapan kecil itu sedang dirawat untuk menjadi pemimpin masa depan Indonesia.

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin