Strategi KONI Perkuat Komunikasi Olahraga dan Prestasi Atlet Nasional
SOLO — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mendorong penguatan strategi komunikasi olahraga untuk membangun citra positif dan memperkuat eksistensi olahraga nasional. Hal ini mengemuka saat kunjungan kerja Ketua Bidang Media dan Humas KONI Pusat, Tirto Prima Putra, ke Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (20/4/2026).
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua Umum KONI Kota Surakarta, Her Suprabu. Melalui keterangan tertulis pada Kamis (23/4/2026), Tirto menegaskan pentingnya komunikasi publik dalam memperluas jangkauan informasi olahraga kepada masyarakat luas.
Membangun Narasi Nasionalisme
Tirto menjelaskan bahwa soliditas kehumasan menjadi kunci utama dalam membangun persepsi positif publik terhadap prestasi atlet. Keberhasilan atlet bukan sekadar capaian individu atau daerah, melainkan representasi kehormatan bangsa di tingkat internasional.
Oleh karena itu, komunikasi olahraga harus mampu mengangkat nilai persatuan, nasionalisme, dan daya juang. Narasi yang dibangun melalui media diharapkan dapat memperkuat rasa bangga masyarakat sekaligus mendorong partisipasi publik dalam pembinaan atlet.
Sinergi Kehumasan dan Sport Intelligence
Sebagai langkah konkret, KONI Pusat berencana membentuk forum koordinasi kehumasan olahraga secara nasional. Forum ini akan menjadi wadah strategis untuk menyusun agenda komunikasi yang lebih terintegrasi antar daerah.
Selain itu, KONI juga menaruh perhatian pada penguatan sport intelligence. Pendekatan ini mencakup pengelolaan data atlet, pemetaan potensi daerah, dan analisis kekuatan lawan sebagai dasar pengambilan kebijakan olahraga yang lebih presisi.
Ekosistem Olahraga dan Perlindungan Atlet
Ketua KONI Surakarta, Her Suprabu, menambahkan bahwa ekosistem olahraga harus didukung oleh tata kelola organisasi yang sehat dan profesional. Fokus utama pembinaan tidak hanya bertumpu pada prestasi, tetapi juga pada manajemen organisasi yang terarah.
Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak sepakat mengenai pentingnya melindungi atlet dari berbagai dinamika organisasi, termasuk potensi konflik internal cabang olahraga. KONI menegaskan bahwa atlet harus selalu menjadi prioritas utama tanpa terdampak persoalan administratif atau dualisme kepengurusan.
Penguatan komunikasi ini sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul serta mendorong inklusi sosial tanpa diskriminasi. Melalui strategi yang terarah, olahraga diharapkan menjadi instrumen pemersatu bangsa menjelang berbagai agenda besar seperti PON Remaja.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id