Logo
Home Berita

Komdigi Gelar Pelatihan Fiber Optik untuk Siswa di Kampung Internet NTB

Oleh Redaksi 23 Apr 2026
Komdigi Gelar Pelatihan Fiber Optik untuk Siswa di Kampung Internet NTB
Komdigi Gelar Pelatihan Fiber Optik untuk Siswa di Kampung Internet NTB — infopublik.id
Komdigi melatih siswa SMK di NTB menjadi teknisi fiber optik. Program ini bertujuan meningkatkan literasi digital di wilayah Kampung Internet.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar pelatihan teknologi internet bagi siswa di sekitar Kampung Internet, Praya Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (22/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di SMK Islam Nurul Qolbi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan pemanfaatan teknologi generasi muda sejak dini.

Pelatihan ini merupakan wujud implementasi Program Kampung Internet dari pemerintah. Program tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan akses jaringan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di kawasan desa.

Pengembangan Ekosistem Berkelanjutan

Staf Khusus Menteri Komdigi, Alfreno Kautsar Ramadhan, menyatakan bahwa Kampung Internet diarahkan menjadi ekosistem yang berkelanjutan. Hal ini diwujudkan melalui penguatan kompetensi masyarakat setempat setelah akses internet tersedia.

"Sesuai dengan arahan Ibu Menteri, Kampung Internet ini menjadi sebuah ekosistem. Jadi setelah kita menyediakan internetnya, maka kita harus juga menyediakan perkembangannya, salah satunya melalui pelatihan," kata Alfreno.

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini dirancang agar pelajar mampu memanfaatkan internet secara produktif dan aman. Melalui inisiatif Telco Hub, siswa SMK di sekitar Kampung Internet secara khusus dilatih menjadi teknisi fiber optik.

Pemberdayaan Talenta Lokal

Dalam pelaksanaannya, Komdigi bekerja sama dengan penyedia layanan internet (ISP) untuk membekali para siswa. Pengelola Jaringan Multimedia Indonesia, Johan, menegaskan komitmen pihaknya dalam memberdayakan talenta lokal di wilayah penerima manfaat program.

Menurut Johan, pelatihan diberikan secara komprehensif hingga peserta mampu melakukan perawatan jaringan dan aktivasi layanan. Materi yang diajarkan mencakup pengenalan perangkat pasif dan aktif, proses penyambungan (splicing), hingga penanganan gangguan (troubleshooting).

"Ini berlanjut ke pelatihan di lapangan. Dari sana, nanti kita pilih peserta yang siap direkrut untuk bekerja," ujar Johan.

Para peserta, termasuk siswi SMK Islam Nurul Qolbi bernama Ana Muliana, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini demi menambah pemahaman tentang teknologi internet. Hal senada diungkapkan oleh Kamarudin, siswa lainnya, yang menilai pelatihan ini memberikan pengalaman baru yang berharga meski dihadapkan pada sejumlah tantangan teknis.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin