Bangkitnya Harapan: Cerita Masyarakat Aceh Tamiang Merayakan Idulfitri Bersama Presiden
Kunjungan silaturahmi Presiden Prabowo Subianto dengan masyarakat Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Perayaan Idulfitri di Aceh Tamiang pada tahun ini membawa nuansa yang tak biasa. Walaupun bayang-bayang musibah masih membekas, masyarakat berusaha keras untuk kembali pulih di tengah keterbatasan. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang ikut menunaikan salat Id bersama warga seakan menumbuhkan harapan baru di balik duka yang masih mendera.
Pada pagi hari, Sabtu (21/3/2026), kumandang takbir terdengar syahdu di Masjid Darussalam yang berada di kompleks hunian sementara (huntara). Presiden Prabowo tampak hadir di antara saf jemaah, membaur secara langsung bersama rakyat tanpa sekat.
Bagi penduduk setempat, kedatangan Presiden memberikan makna yang sangat mendalam. Ibu Ami, seorang warga Desa Upah, mengungkapkan bahwa kunjungan Kepala Negara di momen Lebaran menjadi pelipur lara atas bencana yang baru saja menimpa mereka.
“Kami sangat bersyukur dan bahagia mendapat kunjungan dari Bapak Presiden. Ini membuktikan bahwa beliau sangat peduli dan menyayangi masyarakat Aceh Tamiang,” ungkapnya.
Ibu Ami juga memandang musibah tersebut sebagai momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ia berdoa agar peristiwa ini menjadi langkah awal bagi kebangkitan wilayahnya.
Hal senada disampaikan oleh Ibu Ades, warga Desa Simpang Empat, yang merasakan campur aduk antara duka dan kebahagiaan pada Idulfitri kali ini. Duka akibat bencana seolah terobati oleh kebersamaan dan harapan yang kembali mekar di lingkungan warga.
“Mendengar Presiden mau datang, kami sangat antusias dan bersyukur. Rasanya kami tidak dilupakan dan sangat dihargai. Ini memberi kami energi untuk kembali berdiri tegak meski sempat terpuruk,” jelasnya.
Menurut Ibu Ades, kedatangan Presiden benar-benar menjadi motivasi bagi masyarakat untuk pulih. Ia merasakan adanya semangat baru di kalangan warga untuk terus maju.
“Kehadiran beliau membuat kami semakin optimistis bahwa kami mampu bangkit dan mandiri ke depannya tanpa harus selalu bergantung pada orang lain,” imbuhnya.
Rasa haru yang mendalam juga terlihat dari Ibu Rusnida yang tak mampu membendung air matanya. Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan bertemu langsung dengan Presiden di daerahnya.
“Kami sangat senang Pak Presiden datang. Belum pernah kami dikunjungi Presiden sebelumnya, namun di tengah musibah besar ini, beliau sudi hadir di sini,” ucapnya dengan suara pelan.
Di sela-sela keharuannya, ia menyimpan harapan besar agar kehidupan masyarakat bisa segera membaik, terutama nasib generasi muda. “Semoga ke depannya kehidupan di sini lebih baik, dan anak-anak bisa segera mendapatkan pekerjaan,” doanya.
Kedatangan Presiden di kawasan terdampak bencana ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan wujud nyata kehadiran negara yang tidak membiarkan rakyatnya berjuang sendirian. Momen Idulfitri di tengah kesulitan ini justru menjadi penguat mental, membuktikan bahwa secercah harapan baru akan selalu muncul dari balik kesedihan demi masa depan yang lebih cerah. (BPMI Setpres)
Disarikan dari sumber resmi setkab.go.id