Logo
Home Berita

Pemkab Buleleng Genjot Produktivitas Pertanian Lewat Alsintan dan Irigasi

Oleh Redaksi 20 Apr 2026
Pemkab Buleleng Genjot Produktivitas Pertanian Lewat Alsintan dan Irigasi
Pemkab Buleleng Genjot Produktivitas Pertanian Lewat Alsintan dan Irigasi — infopublik.id
Pemkab Buleleng menyalurkan bantuan alsintan dan rehabilitasi irigasi untuk kelompok subak guna meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali, terus berupaya memperkuat sektor pertanian di wilayahnya. Langkah ini diwujudkan melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor serta rehabilitasi jaringan irigasi tersier bagi kelompok subak pada Jumat (17/4/2026).

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyatakan program ini adalah komitmen daerah untuk mendorong kemandirian pangan. "Selain bantuan traktor, tahun ini kami akan merehabilitasi 40 saluran irigasi agar subak tidak kekurangan air," ujarnya. Harapannya, produksi pertanian dapat meningkat dan beban operasional petani berkurang.

Menurut I Nyoman, penguatan sektor pertanian menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Sektor ini dinilai berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Efisiensi Pengolahan Lahan Pertanian

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Buleleng, Gede Melandrat, menjelaskan bantuan traktor ini akan mengatasi keterbatasan tenaga kerja. Bantuan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengolahan lahan secara signifikan.

"Dengan adanya bantuan ini, biaya tenaga kerja dapat ditekan dan pengelolaan lahan menjadi lebih optimal. Kami berharap kelompok subak memanfaatkannya dengan penuh tanggung jawab," ungkap Gede. Adapun lima penerima traktor mencakup Subak Yeh Lembu, Menagung, Rangdu, Anyar Petemon, dan Bengkel.

Program Padat Karya Irigasi

Selain alsintan, Pemkab Buleleng mengalokasikan program pemeliharaan jaringan irigasi tersier sebanyak 10 unit kegiatan. Setiap unit menerima anggaran Rp100 juta untuk peningkatan saluran tanah menjadi konstruksi permanen dan perbaikan jaringan rusak.

Program perbaikan irigasi ini dilaksanakan dengan melibatkan kelompok subak melalui pola padat karya. Fokus utama program adalah kawasan pertanian pangan berkelanjutan guna memastikan kelancaran distribusi air irigasi.

Perwakilan kelompok subak, Made Arina, sangat mengapresiasi dukungan Pemkab Buleleng tersebut. "Selama ini alat yang kami miliki masih terbatas, sehingga bantuan ini sangat membantu menekan biaya dan meningkatkan hasil pertanian," tuturnya.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin