Mensesneg Minta Para Menteri Rayakan Lebaran dengan Bersahaja
Sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna sebelumnya, Mensesneg Prasetyo Hadi meminta seluruh jajaran Kabinet Merah Putih agar memperingati Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M secara sederhana.
“Kami menyarankan agar acara open house maupun halalbihalal tidak digelar secara mewah dan berlebihan,” kata Mensesneg di Jakarta, Selasa (17/03/2026).
Musibah alam yang melanda sejumlah daerah di Indonesia turut memengaruhi kondisi masyarakat. Di samping itu, pergolakan global yang sedang berlangsung juga berpeluang memberikan imbas ke dalam negeri.
“Mengikuti arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, kami telah mengirimkan surat edaran ke tiap kementerian dan lembaga. Kami mengingatkan supaya tidak ada perayaan halalbihalal atau open house yang mencolok, mengingat masih banyak masyarakat yang berada dalam situasi memprihatinkan,” ucap Mensesneg.
Pada Sidang Kabinet Paripurna hari Jumat (13/03/2026), Presiden Prabowo telah lebih dulu menginstruksikan para menterinya untuk menyambut Idulfitri tanpa perayaan berlebih. Kepala Negara menilai pembatasan kemewahan dalam acara open house penting dilakukan demi menjadi teladan yang baik bagi rakyat.
“Saya rasa kita wajib menjadi panutan. Acara semacam open house jangan digelar bermewah-mewahan. Di tengah suasana bencana ini kita harus memberi teladan kepada warga. Meski begitu, jangan sampai seluruh kegiatan ditiadakan sama sekali agar perputaran ekonomi tetap berjalan,” tegas Presiden.
Penanganan Kepadatan Arus Mudik
Mensesneg juga menegaskan bahwa pihak pemerintah sedang berupaya maksimal untuk mengendalikan sekaligus menjamin kelancaran perjalanan mudik di seluruh penjuru Nusantara.
“Kami meminta maaf atas terjadinya penumpukan akibat tingginya volume kendaraan di jalur penyeberangan Ketapang dan Gilimanuk. Namun, kami terus memantau situasi dan aparat di lapangan sedang bekerja ekstra mencari jalan keluar guna mengurai kemacetan serta antrean tersebut,” jelas Mensesneg.
Mensesneg turut memuji langkah masyarakat yang memilih pulang kampung lebih awal dengan memaksimalkan kebijakan work from anywhere (WFA), yang dinilai sangat membantu menekan angka kepadatan lalu lintas di hari puncak.
“Kami berterima kasih kepada warga yang telah menggunakan periode libur ini untuk mudik secara bergantian sesuai harapan kita, sehingga tumpukan kendaraan tidak terpusat pada satu hari saja,” ungkapnya.
Tak lupa, apresiasi diberikan Mensesneg kepada semua elemen yang telah bertugas tanpa lelah untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menjalani tradisi mudik Lebaran tahun 2026 ini.
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh aparat yang bertugas di lapangan; Kepolisian, Kementerian Perhubungan, Danantara beserta jaringan BUMN, Pelindo, ASDP, serta pihak lainnya. Termasuk juga jajaran TNI yang atas instruksi Presiden siap menyiagakan armada transportasinya, seperti kapal laut, guna mendukung kelancaran mobilitas arus mudik maupun arus balik masyarakat,” tutupnya. (FID/UN-Humas Kemensetneg)
Disarikan dari sumber resmi www.setneg.go.id