Logo
Home Berita

Kemkomdigi Ajak Media Soroti Dampak Holistik Sekolah Rakyat bagi Keluarga Miskin

Oleh Redaksi 16 Apr 2026
Kemkomdigi Ajak Media Soroti Dampak Holistik Sekolah Rakyat bagi Keluarga Miskin
Kemkomdigi Ajak Media Soroti Dampak Holistik Sekolah Rakyat bagi Keluarga Miskin — infopublik.id
Kemkomdigi mengajak media menyoroti dampak holistik program Sekolah Rakyat terintegrasi untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di Probolinggo.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak media menyoroti dampak holistik program Sekolah Rakyat bagi pengentasan kemiskinan terintegrasi. Hal ini disampaikan oleh Direktur Ekosistem Media Kemkomdigi, Farida Dewi Maharani, saat kunjungan jurnalistik ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 di Probolinggo, Jawa Timur, pada Kamis (16/4/2026).

Pemberdayaan Keluarga Secara Holistik

Farida menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat adalah kebijakan konkret pemerintah yang tidak berjalan secara parsial. Program ini dirancang untuk saling terhubung dengan berbagai program bantuan sosial dan pemberdayaan keluarga secara menyeluruh.

"Program ini tidak hanya membentuk anak didik yang mandiri dan berkualitas, tetapi juga memperbaiki kondisi keluarga secara holistik. Ini yang menjadi kekuatan utama, intervensi dilakukan secara terintegrasi," ujar Farida.

Menurutnya, pendekatan ini sangat strategis karena kemiskinan tidak bisa diselesaikan hanya dari satu aspek. Pendidikan menjadi pintu masuk utama, namun harus diperkuat dengan dukungan ekonomi keluarga, pelatihan keterampilan, dan akses peluang kerja.

Akselerasi Pengentasan Kemiskinan

Melalui integrasi program, akselerasi peningkatan kesejahteraan keluarga miskin diharapkan dapat terjadi lebih cepat. Jika hanya mengandalkan pendidikan anak tanpa dukungan lain, hasil nyata baru akan terlihat dalam jangka panjang.

"Kalau hanya menunggu anak menyelesaikan pendidikan hingga bekerja, butuh waktu 10–15 tahun. Tapi dengan sistem terintegrasi, keluarga juga diberdayakan sehingga percepatan keluar dari kemiskinan bisa terjadi," kata Farida.

Dalam implementasinya, Sekolah Rakyat juga mendorong inovasi berbasis kebutuhan lokal. Siswa dan keluarga turut dilibatkan dalam kegiatan produktif, seperti pembuatan kerajinan tas hingga produk kopi mandiri, yang berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga.

Inovasi dan Infrastruktur Digital

Selain pemberdayaan ekonomi, dukungan infrastruktur digital di lingkungan Sekolah Rakyat juga menjadi perhatian utama pemerintah. Akses internet yang memadai dinilai sebagai fondasi penting dalam mendukung proses pembelajaran dan membuka peluang lebih luas di era digital.

"Internet menjadi tulang punggung. Di sini sudah mulai diterapkan sistem pembelajaran berbasis digital, termasuk penggunaan perangkat seperti laptop dan papan pintar agar anak-anak mampu beradaptasi dengan zaman," jelasnya.

Program Sekolah Rakyat ini menyasar kelompok masyarakat pada desil 1 dan 2 atau kategori paling miskin melalui proses seleksi yang sangat ketat. Melalui kunjungan ini, Kemkomdigi berharap media dapat mengangkat kisah-kisah inspiratif dari peserta program sebagai motivasi bagi masyarakat luas.

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat sinergi lintas sektor agar model Sekolah Rakyat terintegrasi dapat direplikasi di lebih banyak daerah. Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk membangun sumber daya manusia unggul sekaligus menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin