Logo
Home Berita

Tiga SPPG di Lebong Jadi Dapur Darurat, Salurkan 4.514 Porsi Makanan Korban Banjir

Oleh Redaksi 10 Apr 2026
Tiga SPPG di Lebong Jadi Dapur Darurat, Salurkan 4.514 Porsi Makanan Korban Banjir
Tiga SPPG di Lebong Jadi Dapur Darurat, Salurkan 4.514 Porsi Makanan Korban Banjir — bgn.go.id
Tiga SPPG di Kabupaten Lebong beralih fungsi menjadi dapur darurat dengan menyalurkan 4.514 porsi makanan untuk warga terdampak banjir pada April 2026.

Tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lebong, Bengkulu, sigap beralih fungsi menjadi dapur darurat untuk membantu warga terdampak banjir bandang pada awal April 2026. Bencana yang dipicu curah hujan tinggi tersebut membuat warga kesulitan memasak, sehingga SPPG menyalurkan total 4.514 porsi makanan siap saji. Langkah ini diambil melalui koordinasi berjenjang dari pemerintah daerah hingga Badan Gizi Nasional (BGN).

Tiga satuan yang terlibat meliputi SPPG Lebong Selatan Tes, SPPG Lebong Sakti Lemeu Pit, dan SPPG Lebong Amen Selebar Jaya. Dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semula melayani kebutuhan rutin tersebut langsung dialihfungsikan dalam hitungan hari.

Penyaluran Bantuan Melalui Koordinasi Berjenjang

Kepala SPPG Lebong Selatan Tes, Andi Taptaldo, menjelaskan bahwa dapur MBG di wilayahnya mulai difungsikan sebagai dapur darurat sejak 8 April 2026. Keputusan ini diambil karena masyarakat terdampak banjir kesulitan untuk memasak di rumah masing-masing. "Kami langsung bergerak setelah berkoordinasi dengan Korcam, Korwil, hingga Satgas Kabupaten," ujar Andi di Bengkulu, Jumat (10/4).

Andi menambahkan, dalam waktu satu hari setelah banjir, dapur tersebut siap beroperasi sebagai pos bantuan. Kapasitas produksinya mencapai 630 porsi per hari yang langsung didistribusikan ke posko darurat dan rumah warga.

Sementara itu, Kepala SPPG Lebong Sakti Lemeu Pit, Roki Suhendra, menegaskan bahwa koordinasi menjadi kunci percepatan respons di lapangan. Pihaknya menyalurkan 857 porsi pada hari pertama dan meningkat menjadi 2.427 porsi pada hari kedua, dengan total penerima manfaat mencapai 3.284 orang.

Tantangan dan Respons Positif Masyarakat

Distribusi bantuan makanan dilakukan secara langsung ke desa-desa terdampak banjir. Penyaluran ini melibatkan posko tanggap darurat serta pembagian langsung dari pintu ke pintu ke rumah warga.

Kepala SPPG Lebong Amen Selebar Jaya, M. Dicky Saputra, menyebut bahwa keputusan distribusi dilakukan melalui mekanisme resmi hingga ke tingkat pusat. Dalam satu hari, dapur wilayahnya berhasil memproduksi 600 porsi makanan untuk masyarakat terdampak. Ia mengakui tantangan terbesar di awal adalah penyediaan bahan baku secara mendadak di tengah situasi darurat.

Secara keseluruhan, kehadiran dapur darurat ini dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan harian warga yang belum bisa beraktivitas normal akibat bencana alam tersebut. "Alhamdulillah masyarakat sangat terbantu. Dalam kondisi seperti ini, makanan siap saji menjadi kebutuhan utama," pungkas Dicky.

Disarikan dari sumber resmi www.bgn.go.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin