Program MBG Bantu Anak Berkebutuhan Khusus di Bengkulu Lebih Lahap Makan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) membawa perubahan positif bagi Siti Aisyah (4), seorang anak berkebutuhan khusus di Bengkulu. Sang ibu, Muliana (40), mengungkapkan bahwa program ini membuat anaknya yang sebelumnya sulit makan kini menjadi lebih lahap.
Sebelumnya, keluarga tersebut menghadapi masa-masa sulit dan membutuhkan kesabaran ekstra untuk urusan makan harian. Setiap suapan kerap harus dibantu atau dipaksa, serta tekstur makanannya wajib diolah menjadi sangat lembut agar bisa diterima oleh tubuh anaknya.
Perubahan Signifikan Melalui Menu Terstruktur
Sejak keluarga ini menerima manfaat dari Program MBG, Aisyah mulai menunjukkan respons berbeda terhadap makanan. Kehadiran menu yang lebih terstruktur dan beragam terbukti efektif menarik minat balita tersebut.
"Sekarang alhamdulillah, kalau makanannya sudah ditim, dia mau. Memang kadang masih lama, tapi sudah jauh lebih baik dari sebelumnya," ujar Muliana menjelaskan perkembangan anaknya.
Kemajuan ini tidak hanya terlihat pada pola makan, tetapi juga saat anak tersebut mengonsumsi susu. Jika sebelumnya Aisyah menolak keras dan susu harus dicampur ke dalam makanan, kini ia mampu menghabiskan satu kotak susu dalam sekali minum.
Meringankan Beban Pengeluaran Keluarga
Dampak positif MBG juga dirasakan oleh anak pertama Muliana yang berusia delapan tahun. Kehadiran program ini membuat pola makannya lebih teratur sehingga uang jajan hariannya turun dari empat ribu menjadi dua ribu rupiah.
Menurut Muliana, program tersebut bukan hanya soal pemenuhan gizi, melainkan juga memberikan ketenangan dan penghematan finansial. Pengeluaran rutin untuk kebutuhan makan harian dan susu kini bisa ditekan secara signifikan berkat bantuan tersebut.
Dampak Luas di Lingkungan Masyarakat
Di tingkat layanan kesehatan masyarakat, Ketua Posyandu Anggita Padang Serai, Yuyun, mengonfirmasi perubahan nyata yang dibawa oleh MBG. Program ini dinilai efektif membantu membentuk kebiasaan makan sehat bagi anak-anak di wilayahnya.
"Di Posyandu Anggita Padang Serai, MBG bukan hanya program bantuan makanan, tetapi juga membantu membentuk kebiasaan makan sehat bagi anak-anak, dengan total 113 penerima manfaat sejak Oktober 2025," ungkap Yuyun sesuai catatan Biro Hukum dan Humas BGN.
Perubahan yang terjadi di rumah Muliana menjadi gambaran kecil dari dampak besar program pemerintah ini. Bagi keluarga dengan anak berkebutuhan khusus, hal-hal sederhana seperti kemauan makan dan minum susu sendiri merupakan pencapaian yang sangat berarti.
Disarikan dari sumber resmi www.bgn.go.id