Logo
Home Berita

Keyakinan Ekonomi Dalam Negeri Tetap Kokoh Menghadapi Situasi Dunia yang Tak Menentu.

Oleh Redaksi 13 Mar 2026
Keyakinan Ekonomi Dalam Negeri Tetap Kokoh Menghadapi Situasi Dunia yang Tak Menentu.
Keyakinan Ekonomi Dalam Negeri Tetap Kokoh Menghadapi Situasi Dunia yang Tak Menentu. — setkab.go.id
Dalam Sidang Kabinet 13 Maret 2026, Presiden Prabowo menerima laporan Menkeu Purbaya yang optimis ekonomi nasional tangguh menghadapi gejolak global, didukung sejumlah indikator.

Laporan terkait kemajuan ekonomi nasional diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026), Presiden Prabowo Subianto mendengarkan pemaparan mengenai situasi perekonomian terkini. Pada kesempatan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti kuatnya ketahanan ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang sedang tidak menentu dan penuh gejolak.

Purbaya memaparkan, berbagai tolok ukur membuktikan bahwa kekuatan ekonomi Tanah Air masih terjaga, terutama pada sektor produksi dan konsumsi. Ia menegaskan, basis perekonomian dalam negeri saat ini sangat stabil dan terus menunjukkan laju percepatan.

"Jika ditinjau dari aspek pasokan, perekonomian kita sangat positif. Angka purchasing managers index (PMI) pada bulan Februari mencapai 53,8, yang merupakan rekor tertinggi dalam beberapa tahun belakangan. Ini membuktikan adanya pemulihan yang signifikan di bidang manufaktur," ungkap Menkeu.

Terkait kestabilan harga pasar, Menkeu memastikan laju inflasi tetap berada dalam batas aman. Tingginya persentase inflasi secara nominal saat ini lebih disebabkan oleh kendala teknis yang berhubungan dengan kebijakan subsidi listrik di periode sebelumnya.

"Apabila efek data subsidi listrik pada Januari dan Februari tahun lalu dikesampingkan, tingkat inflasi riil kita sesungguhnya hanya berkisar di angka 2,59 persen, Pak. Artinya, ruang untuk memacu pertumbuhan ekonomi masih sangat aman," terangnya.

Harapan positif terhadap sektor finansial ini turut dibuktikan lewat lonjakan berbagai parameter aktivitas ekonomi masyarakat. Menkeu menilai, angka-angka tersebut mengisyaratkan bahwa roda perekonomian Indonesia sedang melaju kencang.

"Situasi makro dapat dilihat melalui survei indeks keyakinan konsumen yang menunjukkan pemulihan daya beli masyarakat. Selain itu, seperti yang saya sebutkan, indeks PMI berada di angka 53,8 atau yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Dengan demikian, baik pasokan maupun permintaan hingga Februari terpantau sehat. Saya optimistis tren positif ini akan terus berlanjut," paparnya.

Di tingkat internasional, Menkeu tidak menampik bahwa pergerakan ekonomi global memang memicu ketidakstabilan di banyak negara. Meski begitu, fundamental ekonomi Indonesia diyakini tetap kokoh, seiring dengan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter yang terus dioptimalkan demi merawat momentum pertumbuhan.

Berbekal landasan ekonomi yang solid dan penyelarasan kebijakan yang tepat, pemerintah yakin Indonesia mampu menangkal berbagai rintangan global, sekaligus komitmen untuk terus memelihara kestabilan serta kesinambungan ekonomi nasional. (BPMI Setpres)

Disarikan dari sumber resmi setkab.go.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin