Logo
Home Berita

Kementerian ESDM Akselerasi Proyek PLTSa untuk Atasi Krisis Sampah

Oleh Redaksi 16 Apr 2026
Kementerian ESDM Akselerasi Proyek PLTSa untuk Atasi Krisis Sampah
Kementerian ESDM Akselerasi Proyek PLTSa untuk Atasi Krisis Sampah — esdm.go.id
Kementerian ESDM mempercepat proyek PLTSa di 34 kota untuk mengatasi krisis sampah. TPA Benowo Surabaya menjadi model pengolahan sampah menjadi energi.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di 34 kota untuk mengatasi krisis sampah dan energi. Langkah ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait ancaman kelebihan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot, menegaskan hal tersebut saat meninjau Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Benowo, Surabaya, pada Rabu (15/4). Fasilitas yang dikelola oleh PT Sumber Organik ini kemudian dijadikan model percontohan pengolahan sampah nasional.

Arahan Presiden dan Payung Hukum Baru

Yuliot menjelaskan bahwa pengelolaan sampah perkotaan merupakan kegiatan prioritas yang dipantau langsung oleh Presiden Prabowo. Upaya serius dan sistematis sangat diperlukan agar sampah berubah menjadi sumber energi yang bermanfaat.

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 sebagai payung hukum percepatan penanganan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan. Selain itu, Presiden juga menegaskan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, dan indah) pada Rapat Koordinasi Nasional Tahun 2026.

Presiden Prabowo menilai persoalan sampah sudah menjadi masalah krusial di berbagai daerah. Beliau memproyeksikan hampir seluruh TPA akan mengalami kelebihan kapasitas (overcapacity) paling lambat pada 2028 jika tidak ada terobosan signifikan.

Optimalisasi Fasilitas TPA Benowo

Direktur Utama PT Sumber Organik, Agus Nugroho Santoso, menyatakan pihaknya rutin mengelola 1.600 ton sampah per hari dari Surabaya dan sekitarnya. Fasilitas PSEL yang diresmikan sejak 6 Mei 2021 ini tidak hanya mengolah sampah baru, tetapi juga timbunan sampah lama.

Selain PSEL, TPA Benowo juga tengah membangun fasilitas waste to fuel yang dikelola oleh PT Prakarsa Energi Sejahtera (SEP). Fasilitas ini ditujukan untuk mengurangi timbunan sampah plastik dan mengubahnya menjadi Bahan Bakar Minyak Terbarukan (BBMT).

Prosesnya melibatkan penyortiran (handpicking) plastik yang kemudian dipanaskan menggunakan mesin pirolisis. Teknologi ini dilengkapi flue gas treatment system agar emisi yang dihasilkan selalu memenuhi baku mutu dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Saat ini, pabrik pengolahan waste to fuel tersebut masih dalam tahap konstruksi dan direncanakan segera beroperasi. Berdasarkan proyek percontohan (pilot project), fasilitas ini ditargetkan mampu memproduksi 60 hingga 70 kiloliter BBMT setara bahan bakar diesel per hari.

Disarikan dari sumber resmi www.esdm.go.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin