Logo
Home Berita

Kemenbud Perkuat Konsep Living Heritage untuk Waisak 2026 di Borobudur

Oleh Redaksi 14 Apr 2026
Kemenbud Perkuat Konsep Living Heritage untuk Waisak 2026 di Borobudur
Kemenbud Perkuat Konsep Living Heritage untuk Waisak 2026 di Borobudur — infopublik.id
Kemenbud siapkan pendekatan living heritage untuk perayaan Waisak 2026 di Candi Borobudur guna mengintegrasikan nilai spiritual dan pelestarian budaya.

Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) memperkuat pendekatan living heritage atau warisan hidup untuk perayaan Hari Raya Waisak 2026 yang akan dipusatkan di Candi Borobudur pada 31 Mei mendatang. Langkah ini bertujuan mengintegrasikan nilai spiritual keagamaan dengan upaya pelestarian warisan budaya secara berkelanjutan.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa perayaan tersebut merupakan momentum strategis untuk memperkuat narasi budaya bangsa. Hal tersebut disampaikannya saat menerima Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Rangkaian Kegiatan Waisak 2026

Wakil Ketua Panitia Waisak 2026, Karuna Murdaya, menjelaskan bahwa detik Waisak tahun ini memiliki kekhasan karena jatuh pada pukul 15.44 WIB. Oleh karena itu, rangkaian ritual akan dimulai sejak pagi hari dan dilanjutkan dengan prosesi Dharmasakti. Puncak perayaan kemudian ditutup dengan tradisi pelepasan lampion pada malam harinya.

Selain prosesi keagamaan utama, panitia telah menyiapkan berbagai kegiatan sosial masyarakat sebagai agenda pendukung. Kegiatan tersebut meliputi bakti sosial, pembersihan makam, serta pengambilan Api Dharma di Mrapen, Grobogan. Seluruh rangkaian turut dilengkapi dengan prosesi pengambilan air suci di Umbul Jumprit, Kabupaten Temanggung.

Borobudur sebagai Pusat Peradaban

Kementerian Kebudayaan memposisikan Candi Borobudur tidak sekadar sebagai situs cagar budaya, melainkan ruang yang terus dimaknai dan dihidupi masyarakat. Pendekatan living heritage ini secara resmi menjadi landasan pelindungan, pemanfaatan, dan pengembangan warisan budaya nasional.

Fadli Zon merinci, penguatan narasi sejarah dilakukan melalui pengelolaan artefak dan pengayaan informasi di kawasan museum. Pihaknya juga gencar melakukan digitalisasi koleksi buku serta dokumentasi sejarah agar kawasan Borobudur semakin hidup sebagai pusat peradaban.

Sinergi erat antara pemerintah dan pemangku kepentingan keagamaan diharapkan menjadikan perayaan Waisak lebih dari sekadar ritual khidmat. "Perayaan Waisak diharapkan berjalan sukses dan memberikan dampak positif, baik secara spiritual maupun kultural bagi masyarakat luas," pungkas Fadli Zon.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin