Prediksi Cuaca BMKG: Curah Hujan Rendah Mendominasi Pertengahan April 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan kategori rendah hingga menengah akan mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Prakiraan cuaca ini berlaku secara nasional untuk Dasarian II, yakni pada periode 11 hingga 20 April 2026.
Berdasarkan keterangan BMKG di Jakarta pada Selasa (14/4/2026), penurunan intensitas hujan ini dipengaruhi oleh angin timuran yang semakin dominan di wilayah selatan Indonesia. Di saat yang sama, angin baratan diprakirakan masih aktif dengan belokan dan pertemuan angin di sekitar ekuator.
Potensi El Nino dan Sebaran Hujan
Terkait kondisi iklim global, BMKG memprakirakan fase netral akan berkembang menjadi El Nino berintensitas lemah hingga moderat pada Mei, Juni, dan Juli 2026. Sementara itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap netral hingga pertengahan tahun.
"Pada semester kedua tahun 2026, terdapat indikasi bahwa IOD positif mulai terbentuk,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Selama periode Dasarian II April 2026, curah hujan secara umum tercatat pada kisaran 0 hingga 150 milimeter. BMKG menegaskan tidak ada satu pun wilayah di Indonesia yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi pada rentang waktu tersebut.
Sejumlah daerah yang diprakirakan mengalami curah hujan rendah (di bawah 50 milimeter) meliputi pesisir utara dan timur Aceh, Sumatra Utara, sebagian Kepulauan Riau, serta pesisir utara Banten. Kondisi yang sama juga menyelimuti Bengkulu bagian utara hingga tengah dan Lampung bagian selatan.
Daerah lainnya meliputi pesisir utara Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, selatan dan timur Yogyakarta, sebagian besar Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Beberapa wilayah di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua juga masuk dalam kategori hujan rendah tersebut.
Imbauan Menghadapi Musim Kering
BMKG memastikan tidak terdapat indikasi kekeringan meteorologis dengan klasifikasi awas pada pertengahan April 2026 ini. Walaupun demikian, tren penurunan hujan ini dinilai menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat luas.
Pihak-pihak terkait, khususnya di sektor pertanian, diimbau untuk mulai meningkatkan kewaspadaan sejak dini. Langkah antisipasi sangat diperlukan guna menghadapi potensi musim kering yang lebih parah seiring dengan pembentukan El Nino di bulan-bulan berikutnya.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id