Logo
Home Berita

Menag Nasaruddin Umar Dorong Pendekatan Ekoteologi Atasi Krisis Lingkungan

Oleh Redaksi 14 Apr 2026
Menag Nasaruddin Umar Dorong Pendekatan Ekoteologi Atasi Krisis Lingkungan
Menag Nasaruddin Umar Dorong Pendekatan Ekoteologi Atasi Krisis Lingkungan — infopublik.id
Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong pendekatan ekoteologi untuk pelestarian lingkungan saat menerima Yayasan Alam Melayu Sriwijaya di Jakarta.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya pendekatan keagamaan atau ekoteologi dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk melestarikan lingkungan. Hal ini disampaikan saat dirinya menerima audiensi Yayasan Alam Melayu Sriwijaya di Jakarta pada Senin (13/4/2026).

Audiensi tersebut secara khusus membahas rencana penyelenggaraan seminar nasional bertema keislaman, spiritualitas, dan lingkungan di Palembang. Menag menilai pendekatan berbasis nilai agama memiliki posisi strategis untuk merespons ancaman krisis ekologis global.

“Palembang mayoritas entitasnya Melayu, ini sangat cocok dengan program ekoteologi yang sedang kita kembangkan,” ujar Nasaruddin. Menurutnya, gerakan kultural dan keagamaan dapat menjadi instrumen efektif dalam menanamkan kesadaran ekologis yang membumi.

Transformasi Paradigma Keagamaan

Kementerian Agama terus memperkuat kesadaran lingkungan melalui berbagai jalur, mulai dari pendidikan agama hingga bimbingan kemasyarakatan. Upaya ini merupakan bagian dari transformasi peran agama dalam menjawab isu-isu kontemporer.

Menag menekankan perlunya perubahan paradigma umat dalam memahami ajaran agama. Fokus keberagamaan harus diperluas dari sekadar ritual personal menjadi praktik yang berdampak nyata, termasuk dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

“Nilai keimanan tidak hanya berhenti pada aspek spiritual personal, tetapi harus hadir dalam bentuk tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa krisis lingkungan bukan hanya persoalan teknis, melainkan juga menyangkut dimensi moral dan spiritual.

Kolaborasi Lintas Sektor

Seminar nasional yang akan digelar bersama UIN Raden Fatah Palembang diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi, tokoh agama, dan masyarakat sipil. Sinergi lintas sektor ini dinilai sebagai kunci untuk memperluas jangkauan gerakan ekoteologi di Indonesia.

Dengan menjadikan ekoteologi sebagai agenda prioritas, Kementerian Agama menegaskan peran strategis agama dalam mendorong lahirnya kesadaran etis menjaga bumi. Langkah ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional (Asta Cita) yang memperkuat pembangunan berkelanjutan berbasis nilai keagamaan dan budaya.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin