Kementerian PU Bangun Sumur Bor di Nganjuk demi Wujudkan Swasembada Pangan
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mempercepat pembangunan sumur bor di Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Langkah infrastruktur yang ditinjau langsung pada Sabtu (11/4/2026) ini bertujuan memperkuat ketersediaan air baku sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
Inisiatif ini berawal dari keluhan masyarakat setempat terkait kondisi wilayah yang tandus dan sering kekurangan air. Menteri Dody menyebutkan bahwa sebagian besar sawah di kawasan tersebut masih mengandalkan sistem tadah hujan. Ketersediaan air kini menjadi faktor kunci dalam menjaga produktivitas pertanian, terutama untuk mengantisipasi potensi musim kemarau.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas mulai membangun sumur bor dalam di dua titik. Salah satu lokasi pengeboran difokuskan di Desa Oro-Oro Ombo. Menteri Dody menargetkan air bersih sudah bisa keluar dan dimanfaatkan untuk pengairan sawah maupun kebutuhan masyarakat dalam waktu satu bulan.
Potensi Air dan Fasilitas Pendukung
Berdasarkan hasil survei geolistrik, potensi air tanah di lokasi tersebut berada pada kedalaman 130 hingga 150 meter. Sumur ini diperkirakan mampu menghasilkan debit air secara konsisten sebanyak dua hingga lima liter per detik. Sumber air tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan 233 kepala keluarga atau 780 jiwa, sekaligus mendukung irigasi untuk 120 hektare lahan pertanian.
Untuk memastikan kelancaran operasional, proyek pengeboran ini akan dilengkapi dengan berbagai infrastruktur tambahan. Fasilitas pendukung tersebut meliputi rumah pompa, tangki air berkapasitas 5.000 liter, dan sistem perpipaan yang sesuai standar teknis Kementerian PU.
Optimalisasi Irigasi dan Rencana SPAM
Menteri Dody juga menekankan pentingnya sistem distribusi air yang efisien hingga mencapai area persawahan warga. Kementerian PU berencana membangun saluran irigasi tingkat tersier agar pendistribusian air berjalan lebih optimal. "Air yang dialirkan ke sawah harus dimanfaatkan secara efektif dan efisien," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Senin (13/4/2026).
Ke depannya, pemerintah turut merencanakan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah Kabupaten Nganjuk. Langkah lanjutan ini diambil guna meningkatkan layanan akses air bersih bagi warga setempat. Penyediaan air berkualitas menjadi prioritas utama yang nantinya akan diikuti dengan peningkatan infrastruktur sanitasi.
Melalui pembangunan fasilitas air ini, pemerintah menargetkan peningkatan intensitas tanam hingga dua sampai tiga kali dalam satu tahun. Upaya kolaboratif ini diyakini mampu mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat sekaligus menyukseskan cita-cita ketahanan pangan nasional.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id