Logo
Home Berita

Pemerintah Prioritaskan Revitalisasi Sekolah 2026 di Daerah 3T dan Terdampak Bencana

Oleh Redaksi 13 Apr 2026
Pemerintah Prioritaskan Revitalisasi Sekolah 2026 di Daerah 3T dan Terdampak Bencana
Pemerintah Prioritaskan Revitalisasi Sekolah 2026 di Daerah 3T dan Terdampak Bencana — infopublik.id
Kemendikdasmen memprioritaskan revitalisasi sekolah tahun 2026 di daerah 3T dan terdampak bencana. Program ini demi pemerataan akses pendidikan nasional.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan arah kebijakan revitalisasi satuan pendidikan pada 2026. Program ini akan memprioritaskan sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), terdampak bencana, serta yang mengalami kerusakan berat. Hal ini disampaikan oleh Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat peresmian revitalisasi satuan pendidikan di SMP Negeri 8 Pati, Jawa Tengah, pada Minggu (12/4/2026).

Abdul Mu'ti menyatakan bahwa kebijakan ini adalah bagian dari strategi nasional pemerintah. Tujuannya adalah untuk memastikan pemerataan akses pendidikan yang aman dan bermutu di seluruh wilayah Indonesia. "Revitalisasi kami fokuskan pada sekolah-sekolah yang paling membutuhkan, agar seluruh peserta didik dapat belajar di lingkungan yang layak," ujarnya.

Alokasi Anggaran dan Dampak Program

Sebelumnya pada 2025, program revitalisasi pendidikan telah didukung oleh anggaran sebesar Rp16,9 triliun. Dana tersebut berhasil menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di berbagai wilayah. Intervensi yang dilakukan meliputi pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, serta fasilitas sanitasi.

Khusus di Kabupaten Pati, sebanyak 90 satuan pendidikan telah merasakan manfaat langsung dari program tersebut. Peningkatan kualitas sarana infrastruktur ini berdampak positif terhadap kenyamanan proses belajar mengajar di sekolah.

Kepala SMP Negeri 1 Gembong, Istiana, mengungkapkan bahwa sebelum revitalisasi, bangunan sekolahnya mengalami kerusakan serius seperti atap bocor. Setelah perbaikan menyeluruh, ruang kelas menjadi lebih aman dan dilengkapi fasilitas penunjang seperti laboratorium komputer serta Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Sinergi Pusat dan Daerah

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, memberikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat. Ia menilai program revitalisasi ini menjadi fondasi penting untuk meningkatkan mutu serta sarana dan prasarana pendidikan di daerahnya.

Selain fokus pada pembangunan fisik, Kemendikdasmen juga menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dalam tahap perencanaan. Hal ini bertujuan agar setiap intervensi program dari pemerintah menjadi lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, revitalisasi ini diharapkan tidak sekadar memperbaiki infrastruktur fisik sekolah. Program ini juga diyakini mampu memperkuat ekosistem pendidikan nasional demi mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin