Logo
Home Berita

Presiden Prabowo Tegaskan Pencak Silat sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia

Oleh Redaksi 11 Apr 2026
Presiden Prabowo Tegaskan Pencak Silat sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia
Presiden Prabowo Tegaskan Pencak Silat sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia — setneg.go.id
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pencak silat bukan sekadar olahraga atau seni bela diri, melainkan cerminan kepribadian dan jati diri bangsa Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pencak silat adalah kekuatan fundamental yang membentuk karakter dan jati diri nasional bangsa. Hal ini disampaikan Presiden dalam sambutannya pada Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Masa Bakti 2026–2030. Acara tersebut berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Sabtu (11/04/2026).

Menurut Kepala Negara, pencak silat memiliki dimensi yang jauh melampaui aspek fisik sebagai sekadar olahraga atau seni bela diri. Pencak silat dinilai secara langsung mencerminkan kepribadian sejati dari bangsa Indonesia.

Kekuatan utama dalam pencak silat tidak hanya terletak pada ketangguhan fisik semata. Kedalaman ilmu yang selalu diiringi dengan sikap kerendahan hati menjadi kunci utama dalam seni bela diri ini.

Nilai Kesatria dan Ketahanan Nasional

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa nilai-nilai kesatria dalam pencak silat mengajarkan keberanian untuk melindungi sesama. Kekuatan tersebut ditujukan semata-mata untuk membela keluarga, masyarakat, dan bangsa, bukan sebagai bentuk kesombongan maupun penyalahgunaan kekuatan.

Pembinaan pencak silat yang terarah dinilai berkontribusi langsung dalam menciptakan tatanan masyarakat yang tangguh dan stabil. Jika setiap tingkat masyarakat dari desa hingga kecamatan kuat, maka bangsa Indonesia secara keseluruhan juga akan menjadi kuat.

Simbol Perlawanan Sejarah

Dalam perspektif sejarah, bangsa Indonesia telah menghadapi berbagai tantangan dari kekuatan asing selama ratusan tahun. Pada masa penjajahan, pencak silat sempat dilarang namun tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari semangat perlawanan bangsa.

Demi melestarikan seni bela diri ini, para guru pada masa itu melatih pencak silat secara sembunyi-sembunyi pada malam hari. Latihan tersebut sering kali dilakukan dengan penuh perjuangan di bukit, gunung, hingga surau-surau.

Penegasan Presiden Prabowo ini semakin memperkuat posisi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang terus hidup. Seni bela diri ini diharapkan dapat terus menjadi instrumen pembentukan karakter dan ketahanan nasional di tengah dinamika global.

Disarikan dari sumber resmi www.setneg.go.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin