Logo
Home Berita

Klarifikasi BGN: 9 Balita Tasikmalaya Bukan Keracunan Makan Bergizi Gratis

Oleh Redaksi 16 Oct 2025
Klarifikasi BGN: 9 Balita Tasikmalaya Bukan Keracunan Makan Bergizi Gratis
Klarifikasi BGN: 9 Balita Tasikmalaya Bukan Keracunan Makan Bergizi Gratis — bgn.go.id
Badan Gizi Nasional (BGN) membantah 9 balita di Tasikmalaya keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Makanan dikonsumsi karena melewati batas waktu aman.

Badan Gizi Nasional (BGN) mengklarifikasi kabar mengenai sembilan balita di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang diduga keracunan hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (13/10). Tim Investigasi BGN menegaskan bahwa insiden mual dan muntah tersebut terjadi karena makanan dikonsumsi jauh melewati batas waktu aman.

Ketua Tim Investigasi BGN, Karimah Muhammad, menjelaskan bahwa hidangan MBG didistribusikan pada pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Kepala Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) setempat juga telah memberikan imbauan agar makanan dikonsumsi sebelum pukul 13.00 WIB.

"Ternyata, sembilan balita penerima manfaat mengonsumsi MBG antara pukul 16.00 sampai 17.00 WIB. Jadi, jauh di luar batas best before yang diinformasikan," kata Karimah pada Kamis (16/10).

Penyebab Gejala Mual dan Kondisi Korban

Mengonsumsi makanan di luar batas waktu terbaik membawa risiko kesehatan, terutama bagi balita dengan sistem pertahanan tubuh rentan. Bakteri patogen dapat berkembang biak secara cepat menjadi dua kali lipat hanya dalam waktu 15 hingga 20 menit pada makanan yang dibiarkan terlalu lama.

Setelah mengalami gejala, para balita langsung diperiksa oleh bidan desa pada malam harinya dan diberikan obat antimuntah. Kepala SPPG Tasikmalaya Manonjaya Cibeber, Elvira Hawari, memastikan kondisi mereka telah pulih pada keesokan harinya, Selasa (14/10).

Dari sembilan balita tersebut, ditemukan fakta bahwa satu anak sempat memakan pempek setelah mengonsumsi MBG. Selain itu, satu balita lainnya dilaporkan oleh seorang warga yang ternyata bukan relawan maupun masuk dalam data penerima manfaat resmi SPPG.

Langkah Evaluasi dan Investigasi Lanjutan

Sebagai tindak lanjut, Puskesmas setempat telah melakukan investigasi langsung ke SPPG dan Dinas Kesehatan mengambil sampel MBG untuk diuji di laboratorium. Operasional SPPG Tasikmalaya Manonjaya Cibeber juga diberhentikan sementara sejak Rabu (15/10) agar proses evaluasi berjalan lancar.

Tim investigasi menemukan bahwa beberapa keluarga penerima manfaat sengaja menyimpan hidangan MBG untuk jadwal makan sore. Hal ini dipicu oleh keterbatasan ekonomi warga di Desa Cibeber yang umumnya hanya mampu makan dua kali sehari.

Untuk mencegah kejadian serupa, BGN menyarankan agar instruksi batas waktu konsumsi MBG ditulis secara lebih jelas. "Harus tertulis dan tertempel di posyandu dengan desain eye catching," pungkas Karimah.

Disarikan dari sumber resmi www.bgn.go.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin