Strategi Digital Badan Gizi Nasional Sukses Jangkau Jutaan Audiens
Bekasi - Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat strategi komunikasi digital untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui pendekatan ekosistem konten di media sosial, BGN sukses menjangkau jutaan audiens dan membangun keterlibatan publik secara signifikan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, dalam Rapat Koordinasi Komunikasi Publik Program MBG bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di Bekasi, Senin (6/4). Ia menekankan pentingnya strategi digital yang terukur agar pesan program tersampaikan dengan efektif di tengah derasnya arus informasi.
"Strategi komunikasi digital kami tidak hanya soal hadir di media sosial. Lebih dari itu, bagaimana pesan program bisa sampai, dipahami, dan membangun kepercayaan publik," ujar perempuan yang akrab disapa Hida tersebut.
Pendekatan Multiformat dan Berbasis Data
Untuk mencapai target komunikasi, BGN mengembangkan pendekatan multiformat dalam pengelolaan konten digital secara berkesinambungan. Konten video pendek seperti Reels digunakan untuk menyiarkan edukasi gizi, testimoni penerima manfaat, dan dokumentasi kegiatan.
Sementara itu, konten carousel difokuskan untuk menyajikan informasi mendalam seperti infografis edukatif serta capaian program. Adapun format unggahan tunggal (single post) dimanfaatkan untuk menjaga konsistensi komunikasi harian sekaligus memancing interaksi publik.
Seluruh format tersebut dikelola sebagai satu ekosistem yang fokus pada edukasi, empati, partisipasi, dan kepercayaan. "Produksi konten kami selalu berbasis data, mudah dipahami, dan humanis agar masyarakat melihat langsung dampak nyata program MBG," tambah Hida.
Evaluasi Dampak dan Adaptasi Platform
Hasil dari strategi ekosistem konten ini terbukti nyata dengan menjangkau ratusan ribu hingga jutaan audiens. BGN berhasil mencatatkan puluhan juta impresi dengan tingkat interaksi publik yang sangat tinggi di berbagai platform.
Pengukuran dampak komunikasi tersebut dilakukan secara komprehensif menggunakan kerangka kerja AMEC. Evaluasi ini memantau hasil capaian dari sekadar paparan informasi (output) hingga terbentuknya kepercayaan publik terhadap program pemerintah.
Hida juga menyoroti pentingnya penyesuaian konten terhadap karakteristik setiap media sosial yang digunakan audiens. "Instagram cenderung positif, sementara X lebih kritis, sehingga strategi kami harus adaptif dan responsif menghadapi opini yang berkembang," tutupnya.
Disarikan dari sumber resmi www.bgn.go.id