Strategi Komunikasi Humanis BGN untuk Program Makan Bergizi Gratis
BEKASI - Badan Gizi Nasional (BGN) mengedepankan strategi komunikasi humanis dalam menyosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pendekatan ini bertujuan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kedekatan emosional dan kepercayaan publik. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, dalam Rapat Koordinasi Kerja Sama Komunikasi Publik bersama Kementerian Komdigi di Bekasi, Senin (6/4).
Program MBG hadir sebagai respons pemerintah terhadap persoalan gizi di Indonesia yang masih tinggi. Masalah gizi ini berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia, khususnya pada anak-anak dan kelompok rentan. Khairul Hidayati, yang akrab disapa Hida, menekankan bahwa urgensi isu ini menjadi fondasi penting bagi strategi komunikasi BGN.
Mengedepankan Konten Cerita Nyata
"Masalah gizi bukan hanya angka. Setiap anak yang sehat adalah cerita nyata yang harus sampai ke masyarakat melalui komunikasi yang menyentuh hati," ujar Hida. Dalam penerapannya, BGN menjadikan konten bernuansa humanis sebagai inti dari penyampaian informasi program ke masyarakat luas.
Konten tersebut meliputi video testimoni penerima manfaat, dokumentasi kegiatan di dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), hingga keterlibatan UMKM dan petani. Penyajian partisipatif ini dirancang agar publik dapat merasakan langsung pengalaman nyata dari pelaksanaan program tersebut.
"Setiap cerita yang kami bagikan bertujuan membuat masyarakat merasakan dampak program MBG secara langsung. Dari testimoni ibu rumah tangga hingga cerita petani, semuanya menjadi bagian dari narasi humanis yang membangun kepercayaan," tambah Hida.
Segmentasi Audiens dan Partisipasi Publik
Komunikasi BGN juga disesuaikan dengan segmentasi audiens yang beragam. Orang tua dan ibu rumah tangga menjadi fokus utama sebagai pengambil keputusan pemenuhan gizi keluarga. Sementara itu, generasi muda dan relawan berperan sebagai penggerak partisipasi, sedangkan pemangku kepentingan membutuhkan data akuntabilitas pelaksanaan program.
Pesan utama kampanye diperkuat melalui slogan "Makan Bergizi Hak Anak Indonesia" dan "Gizi Kuat Bangsa Hebat". Selain itu, BGN turut mendorong partisipasi masyarakat melalui konten buatan pengguna (User Generated Content/UGC) dari unit SPPG di seluruh Indonesia.
Hida menegaskan, keterlibatan masyarakat memperkuat keaslian pesan sekaligus memperluas jangkauan komunikasi publik. "Melalui cerita nyata, testimoni, dan keterlibatan masyarakat, publik bisa merasakan manfaatnya dan mendukung program ini secara tulus," pungkasnya.
Disarikan dari sumber resmi www.bgn.go.id