Presiden Prabowo Jadikan Keselamatan Jemaah Haji Sebagai Fokus Utama
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak saat memberikan pernyataan resmi kepada para jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Di tengah memanasnya situasi konflik di Timur Tengah, pemerintah memastikan bahwa keamanan para jemaah haji menjadi fokus tertinggi pada penyelenggaraan haji tahun ini. Penegasan ini diutarakan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (10/3/2026).
"Arahan utama dari Presiden adalah mutlak untuk menjamin keamanan para jemaah. Oleh karena itu, kami sedang mematangkan beragam skenario yang semuanya berpusat pada perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan berangkat haji di bulan April nanti," ungkapnya.
Lebih lanjut, Dahnil menyebutkan bahwa pihaknya terus merumuskan langkah-langkah antisipasi menjelang musim haji bulan April mendatang. Dalam proses perumusan ini, pemerintah secara aktif memantau pergerakan situasi ketegangan di kawasan Timur Tengah.
"Jika tensi konflik mereda dan keselamatan jemaah kita terjamin, pemberangkatan kelompok terbang (kloter) perdana akan dilaksanakan sesuai jadwal yakni 22 April. Kendati demikian, sesuai instruksi Presiden, kita wajib bersiap untuk segala macam kemungkinan terburuk," tegas Dahnil.
Tidak hanya itu, sinergi antar-kementerian juga terus diperkuat demi kelancaran ibadah haji. Dahnil menambahkan bahwa jika eskalasi konflik berpotensi mengancam keselamatan jemaah, pemerintah akan segera berdiskusi dengan DPR guna mengambil langkah yang tepat.
Dalam upaya menjaga keselamatan tersebut, Dahnil menerangkan bahwa beberapa alternatif telah disiapkan oleh pemerintah. Opsi ini mencakup pengalihan jalur penerbangan ke rute yang lebih aman, hingga kemungkinan terberat yakni menunda jadwal keberangkatan jika situasi dianggap terlalu berisiko.
"Sebagai contoh, apabila situasi dirasa membahayakan, opsi penundaan bisa saja diambil. Jika nyawa warga negara kita terancam, kami pasti akan mengonsultasikannya bersama DPR dan bertindak sesuai dengan instruksi Bapak Presiden," tambahnya.
Langkah preventif pemerintah dalam memprioritaskan keselamatan jemaah haji ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya. Hal ini dilakukan agar seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci dapat berjalan dengan tenang, aman, dan tanpa hambatan. (BPMI Setpres)
Disarikan dari sumber resmi setkab.go.id