Logo
Home Berita

Pacu Kinerja Danantara, Presiden Prabowo Bidik Pengelolaan Aset Negara yang Lebih Optimal.

Oleh Redaksi 11 Mar 2026
Pacu Kinerja Danantara, Presiden Prabowo Bidik Pengelolaan Aset Negara yang Lebih Optimal.
Pacu Kinerja Danantara, Presiden Prabowo Bidik Pengelolaan Aset Negara yang Lebih Optimal. — setkab.go.id
Saat menghadiri HUT ke-1 Danantara pada 11 Maret 2026, Presiden Prabowo meminta badan ini memacu kinerja pengelolaan aset negara guna memperkuat kontribusi bagi ekonomi nasional.

Presiden Prabowo hadir dalam acara perayaan HUT pertama Danantara Indonesia yang bertempat di Wisma Danantara pada Rabu, 11 Maret 2026.

Presiden Prabowo Subianto menyoroti urgensi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk terus mendongkrak kinerjanya. Langkah ini dinilai esensial untuk memaksimalkan aset negara sekaligus memperbesar sumbangsih lembaga terhadap perekonomian bangsa. Hal ini diutarakan oleh Presiden saat menghadiri peringatan hari jadi ke-1 Danantara Indonesia di Wisma Danantara, Rabu (11/3/2026).

Mengingat sasaran jangka panjang lembaga ini masih sangat luas, Presiden meminta seluruh jajaran direksi Danantara agar konsisten memacu performa kerja serta menjamin aset negara dikelola dengan sebaik mungkin.

"Meski saya mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas pencapaian di tahun perdana ini, perlu diingat bahwa target kita masih teramat panjang," ujar Presiden menegaskan.

Prabowo juga memaparkan bahwa korporasi yang sehat rata-rata mencatatkan tingkat pengembalian aset (return on asset) setidaknya 10 persen. Kendati demikian, untuk fase awal ini, Kepala Negara mematok target yang lebih rasional, yakni Danantara mampu menyumbang pengembalian minimal 5 persen ke kas negara per tahun.

"Jika return on asset mencapai 5 persen saja, itu artinya Danantara wajib menyetor 50 miliar dolar AS, atau setara Rp800 triliun, kepada negara setiap tahunnya," ungkap Presiden.

Walau begitu, Presiden tetap memberikan pujian atas hasil kerja Danantara di tahun pertama berdirinya yang sudah menampakkan progres nyata. Berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat lonjakan signifikan pada tingkat pengembalian aset di tahun 2025 jika disandingkan dengan periode-periode terdahulu.

"Saya cukup senang membaca laporannya, di mana return on asset selama tahun 2025 melonjak lebih dari 300 persen dibanding tahun-tahun lalu. Ini pencapaian bagus yang sekaligus memvalidasi tujuan awal pembentukan Danantara," tuturnya.

Menurut Prabowo, lonjakan tersebut membuktikan betapa krusialnya mengonsolidasikan perusahaan-perusahaan pelat merah ke dalam satu payung manajemen yang terpadu. Kendali yang terpusat diyakini sebagai solusi utama dalam menggenjot efisiensi dan hasil investasi, apalagi mengingat sangat banyaknya jumlah entitas usaha milik negara.

"Manajemen yang ideal mustahil terwujud tanpa adanya sistem satu komando. Sangat sulit mengurus ratusan entitas, bahkan belakangan saya baru tahu jumlahnya menembus lebih dari seribu perusahaan," kata Presiden.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pembentukan Danantara adalah manuver strategis Indonesia untuk mengoptimalkan kekayaan negara lewat sebuah institusi yang sejajar dengan sovereign wealth fund (SWF) berskala internasional.

"Kita patut bangga dan bersyukur karena saat ini Indonesia memiliki lembaga yang setara dengan sovereign wealth fund global. Bahkan, SWF kita diproyeksikan berada di urutan keenam atau ketujuh terbesar di dunia," ucap Presiden.

Untuk ke depannya, Danantara diproyeksikan tidak sebatas bertugas sebagai pengurus aset, melainkan juga bertransformasi menjadi motor utama penggerak ekonomi nasional yang berimbas pada kelancaran pembangunan dan peningkatan taraf hidup masyarakat. (BPMI Setpres)

Disarikan dari sumber resmi setkab.go.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin