Logo
Home Berita

Kementerian PU Perkuat Tata Kelola dan SDM Sektor Jasa Konstruksi

Oleh Redaksi 10 Apr 2026
Kementerian PU Perkuat Tata Kelola dan SDM Sektor Jasa Konstruksi
Kementerian PU Perkuat Tata Kelola dan SDM Sektor Jasa Konstruksi — infopublik.id
Kementerian PU dorong penguatan tata kelola dan SDM sektor jasa konstruksi untuk hadapi tantangan pembangunan infrastruktur nasional yang kompleks.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong penguatan tata kelola dan sumber daya manusia (SDM) di sektor jasa konstruksi. Langkah ini bertujuan untuk menjawab tantangan pembangunan infrastruktur nasional yang semakin kompleks dan berkelanjutan.

Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan bersama Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dan asosiasi terakreditasi di Jakarta, Kamis (9/4/2026). Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kolaborasi, integritas, dan soliditas pemangku kepentingan menjadi kunci kemajuan sektor ini.

Ia menilai, tanpa sinergi yang kuat antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri, pembangunan infrastruktur akan sulit diatasi. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan terus meningkatkan kerja sama berkelanjutan.

Fokus Penguatan Tata Kelola 2026

Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Riky Aditya Nazir, menyebut tahun 2026 sebagai momentum penting memperkuat tata kelola jasa konstruksi. Tata kelola sektor ini dituntut harus makin adaptif terhadap perkembangan regulasi dan teknologi terkini.

Mewakili Dirjen Bina Konstruksi, Boby Ali Azhari, Riky menegaskan pentingnya komitmen pada standar mutu, keselamatan, dan inovasi. Menurutnya, tanpa kolaborasi profesional, tuntutan pembangunan infrastruktur yang merata dan berkualitas akan sulit tercapai.

Adapun fokus penguatan ke depan akan mencakup transformasi digital layanan dan peningkatan kualitas sertifikasi badan usaha. Selain itu, pengembangan kompetensi tenaga kerja konstruksi juga masuk dalam agenda prioritas.

Sinergi Ekosistem Jasa Konstruksi

Ketua LPJK, Insannul Kamil, menyampaikan bahwa forum komunikasi menjadi ruang strategis untuk menyelesaikan masalah industri. Para pemangku kepentingan dapat membahas isu-isu mendesak, termasuk kepastian regulasi dan peningkatan layanan.

"LPJK hadir sebagai mitra strategis dengan membangun ruang dialog terbuka, partisipatif, dan solutif. Seluruh unsur ekosistem jasa konstruksi adalah aset yang harus dikembangkan bersama," ujar Insannul.

Melalui penguatan kolaborasi tersebut, Kementerian PU optimistis sektor jasa konstruksi nasional akan semakin siap dan tangguh. Hal ini diyakini mampu mendukung visi pembangunan infrastruktur yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin