Logo
Home Berita

Pemprov Sumbar Percepat Proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik

Oleh Redaksi 10 Apr 2026
Pemprov Sumbar Percepat Proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik
Pemprov Sumbar Percepat Proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik — infopublik.id
Pemprov Sumbar mempercepat pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) untuk mencapai target nasional sekaligus menjadi sumber energi berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) mempercepat program Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dan pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) regional. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama di Istana Gubernur Sumbar pada Kamis (9/4/2026).

Penandatanganan tersebut menjadi upaya konkret dalam mengubah sistem pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Sampah yang sebelumnya hanya dibuang, kini akan dimanfaatkan agar memiliki nilai tambah berupa energi berkelanjutan.

Dukung Target Nasional dan Hentikan Open Dumping

Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz Hendropriyono, menegaskan bahwa langkah ini krusial untuk mencapai target pengelolaan sampah nasional sebesar 63 persen pada 2026. Salah satu strategi utamanya adalah dengan menghentikan praktik pembuangan sampah terbuka atau open dumping.

"Melalui penutupan praktik open dumping, kita bisa langsung mendorong capaian pengelolaan sampah secara signifikan," ujar Diaz. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan PSEL tidak hanya bergantung pada penggunaan teknologi canggih.

Menurut Diaz, kesiapan sistem secara menyeluruh dan keterlibatan aktif masyarakat dalam memilah sampah sangatlah penting. Kesadaran memilah sampah dari rumah tangga dinilai sebagai fondasi utama keberhasilan program lingkungan ini.

Potensi Pasokan Sampah hingga 690 Ton per Hari

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menilai kerja sama tersebut sebagai titik balik penanganan persoalan sampah di daerahnya. Ia menyebut program PSEL tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga menciptakan sumber energi baru.

Sejalan dengan hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar, Tasliatul Fuaddi, menyatakan komitmennya dalam mendukung kebijakan nasional ini. Melalui kerja sama tersebut, Pemprov Sumbar menargetkan pasokan sampah sekitar 690 ton per hari untuk diolah di fasilitas PSEL.

Pasokan sampah tersebut berasal dari empat wilayah, yakni Kota Padang, Bukittinggi, Solok, dan Padang Panjang. Ke depan, langkah terintegrasi ini diharapkan menjadi model kolaborasi antardaerah dalam mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang energi yang berkelanjutan.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin