Kisah Marbot Masjid 99 Asmaul Husna Makassar Terbantu Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak nyata bagi keluarga pekerja sektor informal di Makassar, Sulawesi Selatan. Salah satunya dirasakan oleh Jumriani (35), marbot Masjid 99 Asmaul Husna yang merasa sangat terbantu karena anaknya di kelas 5 SD tak perlu lagi membawa bekal ke sekolah.
Selama empat tahun terakhir, Jumriani merawat kebersihan masjid ikonik di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) tersebut. Ia bekerja dengan sistem giliran selama dua hari sebelum kembali ke rumahnya di Kabupaten Gowa.
Di tengah kesibukannya, kebutuhan makan sang anak sempat menjadi perhatian utama. Namun, dalam setahun terakhir beban itu terasa lebih ringan berkat Program MBG dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Mengurangi Beban Pengeluaran Harian
Jumriani menceritakan bahwa anaknya kini rutin menerima makanan bergizi di sekolah. "Ya terbantu sih, anak sudah tidak bawa bekal nasi lagi karena di sekolah sudah ada MBG," ujarnya di Makassar, Selasa (10/3).
Sebelum program ini berjalan, ia harus menyiapkan bekal setiap pagi atau memberi uang jajan sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 per hari. Saat ini, pengeluaran harian tersebut dapat ditekan secara signifikan karena makanan utama telah disediakan secara gratis.
Dampak program ini sangat terasa bagi keluarga pekerja harian seperti Jumriani. Selain menghemat biaya rumah tangga, ia merasa lebih tenang mengetahui anaknya mendapatkan asupan makanan yang lebih terjamin dan sehat.
Harapan Peningkatan Variasi Menu
Jumriani kerap melihat langsung makanan yang dibawa pulang oleh anaknya, mulai dari roti, buah, hingga susu kemasan. Ia menilai program MBG ini telah dirancang dengan cukup baik mengingat anggaran yang tersedia.
"Awalnya saya juga kagum melihat menunya, dengan anggaran begitu bisa ada buah, roti, kadang juga susu," ungkap Jumriani saat mengapresiasi program BGN tersebut.
Meski demikian, ia berharap pihak terkait terus memaksimalkan variasi dan kualitas menu makanan ke depannya. Hal ini dinilai penting agar anak-anak tetap antusias menyantap hidangan dan tidak ada makanan yang terbuang sia-sia.
Disarikan dari sumber resmi www.bgn.go.id