Logo
Home Berita

Dapur SPPG Bogor Bagikan Kelebihan Bahan Pangan MBG kepada Warga

Oleh Redaksi 16 Mar 2026
Dapur SPPG Bogor Bagikan Kelebihan Bahan Pangan MBG kepada Warga
Dapur SPPG Bogor Bagikan Kelebihan Bahan Pangan MBG kepada Warga — bgn.go.id
Dapur SPPG Badan Gizi Nasional di Bogor membagikan kelebihan bahan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada warga sekitar saat Jumat Berkah.

Relawan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciangsana, Gunung Putri, Bogor, membagikan kelebihan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada warga sekitar. Langkah ini dilakukan agar bahan pangan segar yang tersisa dari produksi harian tetap memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Setiap harinya, dapur SPPG menyiapkan ribuan porsi makanan bergizi untuk para siswa di sekolah sekitar. Aktivitas yang sejalan dengan misi Badan Gizi Nasional (BGN) ini bertujuan memastikan pemenuhan gizi anak-anak secara optimal.

Namun, di balik kesibukan tersebut, para relawan memiliki inisiatif positif dalam mengelola bahan baku berlebih. Mereka menyalurkan bahan pangan segar yang jumlahnya melebihi kebutuhan produksi kepada warga sekitar melalui kegiatan Jumat Berkah.

Berbagi Bahan Pangan Segar Saat Jumat Berkah

Leader Pemorsian Dapur SPPG, Rahmat Hidayat, menjelaskan bahwa kebiasaan ini bermula dari keinginan sederhana para relawan. Mereka berupaya memastikan setiap bahan pangan berkualitas yang tersedia dimanfaatkan dengan sebaik mungkin tanpa ada yang terbuang.

"Kalau misalkan ada bahan baku seperti buah-buahan atau sayuran yang jumlahnya masih ada lebih, biasanya kita bagikan ke warga sekitar saat Jumat Berkah," ujar Rahmat.

Buah-buahan yang disalurkan sangat beragam, mulai dari pisang, salak, jeruk, hingga kelengkeng dan anggur. Selain buah segar, sayur-mayur sisa produksi juga rutin dibagikan kepada masyarakat yang tinggal berdekatan dengan dapur.

Membangun Ruang Kebersamaan Sosial

Bahan pangan yang diterima umumnya dimasak kembali oleh warga untuk hidangan keluarga di rumah. Bahkan, sebagian warga secara swadaya mengolahnya menjadi masakan matang untuk dibagikan kembali kepada tetangga di lingkungan mereka.

Menurut Rahmat, kepedulian kecil ini sangat berarti bagi para relawan karena mereka mengetahui persis bahan tersebut tepat sasaran. "Kadang kalau masih ada bahan yang bisa dimanfaatkan, kita bagikan atau diolah lagi supaya tetap bermanfaat untuk warga sekitar," tambahnya.

Kehadiran dapur SPPG ternyata tidak hanya memberikan manfaat pemenuhan gizi bagi siswa, tetapi juga menciptakan ruang kebersamaan. Dapur ini secara tidak langsung menjadi sarana interaksi sosial yang positif antara relawan dan masyarakat.

Dari rutinitas dapur yang setiap pagi beroperasi, tercipta siklus berbagi yang berkelanjutan di lingkungan operasional MBG. Kepedulian relawan ini membuktikan bahwa manfaat program pemenuhan gizi turut menyentuh kehidupan sosial warga di sekitarnya.

Disarikan dari sumber resmi www.bgn.go.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin