Logo
Home Berita

Program Makan Bergizi Gratis BGN Ringankan Beban Orang Tua Siswa TK di Bogor

Oleh Redaksi 16 Mar 2026
Program Makan Bergizi Gratis BGN Ringankan Beban Orang Tua Siswa TK di Bogor
Program Makan Bergizi Gratis BGN Ringankan Beban Orang Tua Siswa TK di Bogor — bgn.go.id
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional terbukti bantu orang tua siswa di TK An Nur Bogor penuhi asupan gizi anak selama di sekolah.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) terbukti memberikan manfaat nyata bagi siswa dan keluarga. Hal ini dirasakan oleh Parida (57), nenek dari salah satu siswa TK An Nur di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kehadiran program ini dinilai sangat membantu memastikan cucunya mendapatkan asupan makanan bergizi selama beraktivitas di sekolah.

Cucunya, Kila Ayuli, yang saat ini berusia hampir enam tahun dan duduk di kelas TK A, telah menerima manfaat program MBG sejak pertama kali masuk sekolah. "Sebenarnya dengan adanya MBG itu saya merasa sangat terbantu. Jadi anak tetap makan di sekolah," ujar Parida di Bogor pada Senin (16/3).

Penyesuaian Menu Selama Ramadan

Parida menjelaskan bahwa selama bulan Ramadan, menu yang diberikan kepada para siswa umumnya berupa makanan kering. Mekanisme tersebut dinilai tetap bermanfaat bagi keluarga penerima. Makanan yang diterima dapat disiapkan untuk berbuka puasa atau dikonsumsi setelah anak pulang sekolah.

"Menu-menunya didominasi makanan kering. Ada roti dan susu, menurut saya itu juga bagus," katanya. Lebih lanjut, program MBG juga membantu mengatasi kekhawatiran orang tua ketika anak tidak menghabiskan bekal yang sengaja dibawa dari rumah.

Meningkatkan Antusiasme Makan Anak

Dengan adanya dukungan makanan dari sekolah, anak dipastikan tetap mendapatkan asupan gizi meskipun bekal dari rumah tidak dimakan. Parida juga melihat tingginya antusiasme anak-anak terhadap variasi menu MBG yang disajikan. Cucunya sangat menyukai buah-buahan tertentu dalam paket makanan tersebut, seperti anggur dan lengkeng.

Selain itu, kebiasaan makan bersama di sekolah dinilai membuat anak lebih terbuka untuk mencoba berbagai jenis makanan. Sayuran yang biasanya kurang diminati ketika berada di rumah, kini lebih mudah dikonsumsi oleh anak-anak karena pengaruh interaksi teman sebaya.

Meski demikian, Parida berharap ke depan menu MBG dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak-anak secara optimal. Ia menyarankan penambahan menu pelengkap yang sederhana, seperti susu, telur, roti, atau nasi dengan lauk ayam. Melalui keterlibatan aktif dari sekolah dan masyarakat, program MBG diharapkan mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi generasi muda.

Disarikan dari sumber resmi www.bgn.go.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin