Gempa M7,3 Guncang Sulut dan Timbulkan Tsunami, Warga Diminta Jauhi Pantai
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,3 mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya pada Rabu (2/4/2026) pagi. Gempa ini memicu gelombang tsunami dan dirasakan kuat hingga Ternate, Manado, Gorontalo, Bone Bolango, serta Gorontalo Utara.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menjelaskan gempa berpusat di perairan Laut Maluku pada kedalaman 18 kilometer. Peristiwa alam ini terjadi tepat pada pukul 05.48 WIB. Guncangannya terekam di sejumlah pos pengamatan gunung api dengan intensitas bervariasi.
Setelah gempa utama, Badan Geologi mencatat dua gempa susulan yang cukup signifikan. Gempa susulan pertama bermagnitudo 5,5 terjadi pada pukul 06.07 WIB, diikuti gempa bermagnitudo 5,2 sekitar lima menit kemudian. Masyarakat diingatkan bahwa intensitas dan jumlah gempa susulan masih berpotensi bertambah.
Dampak Tsunami dan Imbauan Keselamatan
Lana menegaskan bahwa gempa ini telah menimbulkan gelombang tsunami di beberapa daerah dengan ketinggian bervariasi. Wilayah terdampak meliputi Minahasa Utara setinggi 75 cm, Belang 68 cm, Sidangoli 35 cm, Halmahera Barat 30 cm, Gita 24 cm, Bitung 20 cm, dan Bumbulan 13 cm. Saat ini juga telah dilaporkan adanya kerusakan bangunan, korban meninggal dunia, serta korban luka-luka.
Menghadapi situasi tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum jelas kebenarannya. Warga diharapkan selalu mengikuti arahan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan terus memantau informasi resmi.
Untuk mengantisipasi risiko lebih lanjut, masyarakat diminta terus mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga juga disarankan untuk sementara waktu menjauhi area pantai hingga situasi dipastikan sepenuhnya aman oleh otoritas terkait.
Disarikan dari sumber resmi www.esdm.go.id