Logo
Home Berita

Gempa M 7,3 Sulut dan Malut, Badan Geologi ESDM Terjunkan Tim Tanggap Darurat

Oleh Redaksi 05 Apr 2026
Gempa M 7,3 Sulut dan Malut, Badan Geologi ESDM Terjunkan Tim Tanggap Darurat
Gempa M 7,3 Sulut dan Malut, Badan Geologi ESDM Terjunkan Tim Tanggap Darurat — esdm.go.id
Badan Geologi ESDM mengirim tiga tim tanggap darurat ke lokasi gempa bumi M 7,3 di Sulut dan Malut guna melakukan pemetaan dampak serta mitigasi bencana.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerjunkan tiga tim tanggap darurat ke wilayah terdampak gempa bumi magnitudo (M) 7,3 di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Tim pertama telah tiba di Manado pada Minggu (5/4) untuk melakukan penyelidikan, pemetaan pascabencana, serta memberikan rekomendasi teknis mitigasi.

Plt Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menyatakan langkah ini merupakan wujud tanggung jawab pelayanan teknis dalam mitigasi bencana geologi. Tim lanjutan dijadwalkan akan berangkat secara bertahap pada 6 dan 8 April mendatang ke lokasi terdampak.

Tim yang dikirim terdiri atas para ahli pemetaan struktur geologi, ahli kegempaan, serta praktisi mitigasi bencana. Fokus utama tim di lapangan adalah mengidentifikasi karakteristik gempa dan dampaknya terhadap stabilitas tanah maupun struktur bangunan sekitar.

Karakteristik Gempa dan Potensi Bahaya Ikutan

Gempa bumi M 7,3 yang mengguncang pada 2 April lalu bersumber dari aktivitas zona penunjaman ganda. Peristiwa ini ditandai oleh mekanisme sesar naik yang sempat memicu deformasi lantai samudra dan tsunami setinggi 20-75 sentimeter berdasarkan rekaman stasiun Badan Informasi Geospasial (BIG).

Laporan kerusakan di Maluku Utara dan Sulawesi Utara menunjukkan bahwa lokasi terdampak parah umumnya berada di atas tanah lunak atau batuan yang belum kompak. Kondisi ini berpotensi memicu bahaya ikutan seperti retakan permukaan tanah, likuefaksi, dan gerakan tanah sehingga perlu penyelidikan lebih mendalam.

Ratusan Gempa Susulan dan Imbauan Waspada

Hingga saat ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 921 gempa susulan pascagempa utama. Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas seismik masih berlangsung dan diperkirakan butuh waktu lebih dari sepekan untuk kembali stabil.

Mengingat wilayah terdampak termasuk kawasan rawan gempa menengah hingga tinggi, masyarakat diimbau untuk selalu waspada. Warga juga diminta mengikuti arahan petugas BPBD setempat dan tidak mudah terpengaruh oleh isu hoaks terkait gempa bumi maupun tsunami.

Disarikan dari sumber resmi www.esdm.go.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin