Presiden Prabowo Pimpin Rapat Kerja: Negara Harus Berdiri di Atas Hukum
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penegakan hukum, konstitusi, dan konsensus kebangsaan sebagai fondasi utama menjaga keutuhan negara. Arahan tersebut disampaikan dalam taklimat Rapat Kerja Pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Rapat ini dihadiri oleh anggota Kabinet Merah Putih, pejabat Eselon I kementerian dan lembaga, serta para Direktur Utama BUMN. Kepala Negara menekankan bahwa Indonesia harus berdiri kukuh di atas hukum dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
"Tidak ada negara tanpa hukum, tidak ada negara tanpa undang-undang dasar, tanpa konstitusi. Tanpa undang-undang dasar, yang ada adalah kekuatan rimba, dan rakyat kita tidak menghendaki itu," tegas Presiden Prabowo.
Pentingnya Konsensus Nasional
Lebih lanjut, Presiden meminta seluruh unsur pemerintahan bekerja keras menegakkan hukum yang berlandaskan kesepakatan nasional. Prabowo juga mengingatkan kembali dua konsensus besar dalam sejarah bangsa, yakni Sumpah Pemuda 1928 dan UUD 1945.
Menurut Prabowo, Sumpah Pemuda merupakan tonggak penting yang menyatukan bangsa Indonesia di atas keberagaman. Para pendiri bangsa dinilai memiliki jiwa besar dengan memilih bahasa Melayu dari Riau sebagai bahasa persatuan, meskipun bukan berasal dari kelompok mayoritas.
"Kalau prinsip demokrasi di mana-mana dikatakan rule of the majority, bisa saja dulu bangsa Jawa atau suku Jawa yang paling banyak. Namun, rakyat mayoritas menerima bahasa persatuan dari Sabang sampai Merauke," jelasnya.
Demokrasi dan Keutuhan Bangsa
Presiden Prabowo kemudian menjelaskan konsensus kedua yang tidak kalah penting, yaitu perumusan konstitusi pada tahun 1945. Konstitusi ini secara tegas menetapkan Indonesia sebagai negara dengan ideologi Pancasila.
Ideologi tersebut menjadi dasar dalam membangun negara yang menghormati keberagaman beragama tanpa mengutamakan satu golongan tertentu. "Kondisi seperti ini, kita selalu berpegang teguh kepada konsensus besar dengan memilih bernegara secara demokrasi, di mana kedaulatan di tangan rakyat," ujar Presiden.
Menutup arahannya, Kepala Negara mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk menjaga persatuan, hukum, dan stabilitas negara. Ia mengingatkan bahwa Indonesia dibangun di atas kesepakatan luhur yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Disarikan dari sumber resmi www.setneg.go.id