Prabowo Gelar Rapat Kabinet di Istana, Evaluasi Kinerja dan Konsolidasi Nasional
Presiden Prabowo Subianto menggelar Rapat Kerja Pemerintah (RKP) bersama jajaran Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I, dan Direktur Utama BUMN. Rapat yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (8/4/2026) ini bertujuan mengevaluasi kinerja sekaligus memperkuat konsolidasi pemerintah menghadapi tantangan global.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebutkan bahwa Presiden Prabowo ingin menyatukan visi dan energi untuk masa depan. Kepala Negara menginstruksikan agar seluruh program kerja pemerintah dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat sasaran.
Antisipasi Geopolitik dan Evaluasi Kinerja
Mensesneg menilai situasi geopolitik global saat ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan negara-negara di dunia. Dinamika tersebut harus menjadi pemacu untuk melahirkan terobosan baru guna meningkatkan ketahanan bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, Presiden Prabowo memberikan arahan dan motivasi agar seluruh jajaran kabinet bekerja lebih keras. Pelaksanaan program pemerintah diwajibkan selalu berorientasi pada kepentingan bangsa, negara, dan kesejahteraan masyarakat.
Mensesneg juga menegaskan bahwa Presiden melakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerja kabinet yang dipimpinnya. Ia menganalogikan birokrasi pemerintahan sebagai sebuah tim sepak bola yang harus kompak dalam menjalankan seluruh program pembangunan nasional.
Stabilitas Nasional di Tengah Krisis Global
Dalam arahannya, Presiden Prabowo mengapresiasi keberhasilan jajaran pemerintah dalam menjaga arah pembangunan di tengah ketidakpastian dunia. Meskipun diwarnai konflik dan peperangan global, Indonesia dinilai telah mencapai berbagai prestasi nyata.
Presiden menegaskan bahwa pemerintah terbukti mampu bernavigasi melewati berbagai risiko krisis sekaligus menjaga stabilitas nasional. Kinerja baik ini menunjukkan efektivitas dan keandalan pemerintah dalam melaksanakan tugas bernegara dengan optimal.
Kepala Negara juga menyoroti kondisi domestik yang relatif lebih aman dibandingkan banyak negara lain, meskipun dunia tengah menghadapi kenaikan harga energi. "Ada tantangan, ada kesulitan, tetapi kita mampu menghadapi dan mengatasinya," pungkas Presiden Prabowo.
Disarikan dari sumber resmi www.setneg.go.id