Logo
Home Berita

Pemerintah Jamin Harga BBM Bersubsidi Stabil, APBN 2026 Dipastikan Aman

Oleh Redaksi 07 Apr 2026
Pemerintah Jamin Harga BBM Bersubsidi Stabil, APBN 2026 Dipastikan Aman
Pemerintah Jamin Harga BBM Bersubsidi Stabil, APBN 2026 Dipastikan Aman — setneg.go.id
Pemerintah menjamin harga BBM bersubsidi akan tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun ini.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjamin bahwa tarif bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan tetap stabil hingga penghujung tahun ini. Pernyataan tersebut diungkapkan dalam sebuah jumpa pers terkait regulasi harga BBM subsidi dan angkutan udara yang digelar di Jakarta pada Senin (06/04/2026).


Purbaya menjelaskan, keputusan mempertahankan subsidi BBM diambil melalui kalkulasi yang cermat terhadap berbagai kemungkinan, termasuk risiko melonjaknya harga minyak global hingga menyentuh 100 dolar AS per barel di akhir tahun. Melalui estimasi itu, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dipastikan tetap aman di kisaran 2,9 persen.

“Penyaluran subsidi BBM akan dipertahankan hingga akhir tahun dan tidak akan ada kenaikan harga. Ketersediaan dana kita sangat memadai,” ucapnya.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan bantalan pengaman berupa sisa anggaran lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun. Dana ini siap dimanfaatkan apabila muncul tekanan berat, seperti lonjakan ekstrem harga minyak dunia. Kendati begitu, pemerintah memprediksi kemungkinan harga minyak bertahan tinggi dalam waktu lama sangatlah kecil.

Lebih lanjut, Menkeu meminta publik agar tidak terprovokasi oleh isu-isu spekulatif seputar kesehatan kas negara. Ia meyakinkan bahwa kekuatan fiskal pemerintah sangat solid untuk mendukung seluruh program yang telah diagendakan.

“Masyarakat tidak perlu cemas, uang kita aman. Setiap kebijakan pasti ada biaya yang menyertai, namun kami sudah memperhitungkannya dengan matang,” tuturnya tegas.

Mengenai meningkatnya angka defisit pada awal tahun, Purbaya beralasan hal itu merupakan imbas dari strategi percepatan penyerapan anggaran pemerintah. Kebijakan ini diterapkan supaya laju perekonomian terdistribusi merata sepanjang tahun, bukan cuma menumpuk pada akhir tahun seperti pola terdahulu.

“Target saya adalah menciptakan realisasi belanja negara yang seimbang sepanjang tahun. Oleh karena itu, pelebaran defisit ini adalah konsekuensi logis dari kebijakan kita tersebut,” ungkap Menkeu.

Dalam kesempatan yang sama, ia turut memaparkan kinerja APBN 2025 yang memperlihatkan tren positif. Tingkat defisit diproyeksikan menyusut menjadi 2,8 persen dari target awal yang berada di angka 2,91 persen.

“Artinya, postur keuangan kita tidak seburuk ekspektasi sebelumnya. Hal terpenting, dengan terjaganya angka defisit tersebut, kita mampu membalikkan arah pemulihan ekonomi,” paparnya.

Kondisi yang makin membaik ini dinilai memiliki peran vital dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga menyentuh 5,39 persen di triwulan IV-2025, dan diprediksi berpeluang melesat hingga melampaui 5,5 persen.

“Apabila situasi ekonomi dan pendapatan negara sehat, distribusi anggaran ke setiap kementerian dan lembaga bakal lebih lancar serta porsinya bisa ditambah. Harapannya, perekonomian kita akan terus melaju positif ke depannya,” pungkas Menkeu. (Humas Kemenkeu/YOG/DND - Humas Kemensetneg)

Disarikan dari sumber resmi www.setneg.go.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin