Logo
Home Berita

Pemerintah Optimalkan Anggaran, Prioritaskan Program Produktif dengan Dampak Nyata

Oleh Redaksi 31 Mar 2026
Pemerintah Optimalkan Anggaran, Prioritaskan Program Produktif dengan Dampak Nyata
Pemerintah Optimalkan Anggaran, Prioritaskan Program Produktif dengan Dampak Nyata — setkab.go.id
Pemerintah mengefisienkan anggaran kementerian dengan memangkas pengeluaran non-prioritas. Menurut Menko Airlangga, hal ini bertujuan agar belanja negara lebih produktif dan berdampak bagi rakyat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat memberikan pernyataan di Seoul, Korea Selatan, pada Selasa, 31 Maret 2026.

Pengelolaan keuangan negara makin dioptimalkan oleh pemerintah lewat efisiensi, pemfokusan ulang (refocusing), serta penentuan prioritas anggaran pada kementerian dan lembaga. Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan bahwa langkah ini bertujuan untuk membuat belanja negara lebih tepat guna, produktif, serta mendatangkan manfaat nyata bagi publik.

"Dana dari pos-pos yang tidak mendesak, misalnya rapat, acara seremonial, perjalanan dinas, dan pengeluaran non-operasional, akan dialihkan. Kami mengarahkannya ke sektor yang lebih berdampak dan produktif, salah satunya untuk perbaikan dan pembangunan kembali wilayah terdampak bencana di Sumatra," ucap Airlangga saat berada di Seoul, Korea Selatan, Selasa, 31 Maret 2026.

Lebih jauh, Airlangga menegaskan bahwa pemerintah berupaya mempercepat penyerapan anggaran secara lebih tajam dan optimal di setiap kementerian dan lembaga. "Estimasi dana yang bisa difokuskan ulang dan diprioritaskan ini berkisar antara Rp121,2 triliun sampai dengan Rp130,2 triliun," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, ia juga mengungkapkan langkah pemerintah dalam memaksimalkan program makan bergizi gratis guna mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Rencananya, program ini akan menyajikan makanan segar lima hari dalam sepekan.

"Penyediaan makanan segar ini akan diberikan 5 hari seminggu, dengan tetap memberikan pengecualian khusus untuk panti/asrama, kawasan 3T, serta wilayah dengan angka stunting yang tinggi," jelas Airlangga.

Menurutnya, strategi efisiensi anggaran ini diprediksi mampu menghemat dana hingga Rp20 triliun. Pemerintah berkomitmen memastikan bahwa tiap kebijakan yang diterapkan membawa dampak positif bagi rakyat sekaligus mengokohkan ketahanan ekonomi domestik dalam menghadapi tantangan dunia.

"Semua langkah ini adalah wujud nyata transformasi struktural demi menciptakan fondasi ekonomi yang tahan banting, efisien, dan sangat produktif," tutup Airlangga. (BPMI Setpres)

Disarikan dari sumber resmi setkab.go.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin