Pemerintah Siapkan Penerbitan Panda Bond untuk Diversifikasi Pendanaan dan Perkuat Rupiah
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana pemerintah menerbitkan panda bond dalam keterangannya di Nganjuk pada Sabtu (16 Mei 2026). Langkah strategis ini bertujuan untuk melakukan diversifikasi sumber pendanaan negara sekaligus memperkuat nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.
Panda bond merupakan surat utang atau obligasi negara yang diterbitkan pemerintah Indonesia di pasar keuangan China. Instrumen ini menggunakan mata uang Renminbi atau Yuan untuk transaksinya.
Penerbitan instrumen ini dinilai efektif guna mengurangi ketergantungan pemerintah terhadap pembiayaan berbasis Dolar Amerika Serikat (AS). Dengan memanfaatkan pasar keuangan China, tekanan terhadap permintaan dolar AS diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
"Diversifikasi ini jelas akan menurunkan permintaan pemerintah terhadap dolar AS. Dengan begitu, tekanan ke rupiah bisa sedikit berkurang," ujar Menkeu Purbaya.
Minat Investor Tinggi dan Bunga Rendah
Purbaya menjelaskan bahwa minat investor dan lembaga keuangan China terhadap instrumen obligasi Indonesia sangat tinggi. Ia mengaku telah bertemu dengan sejumlah bank besar China, seperti Industrial and Commercial Bank of China dan Bank of China.
Kedua bank besar tersebut telah menyatakan ketertarikannya untuk membantu proses investasi maupun pembelian panda bond. Selain memperluas basis investor, surat utang ini juga menawarkan biaya pendanaan yang jauh lebih murah.
Menkeu menyebutkan bahwa imbal hasil atau yield dari panda bond berada di kisaran 2,3 persen. Angka tersebut hampir separuh lebih rendah dibandingkan imbal hasil surat utang yang biasa diterbitkan dalam bentuk dolar AS.
Peluang Strategis di Pasar Obligasi
Pasar keuangan China yang besar dinilai menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk terus memperluas akses pembiayaan negara. Diversifikasi pasar pendanaan ini diproyeksikan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka menengah.
Ke depan, pemerintah memastikan akan terus menjalankan strategi penguatan pasar obligasi secara berkelanjutan. Purbaya juga berjanji akan segera meluncurkan instrumen tambahan yang dampaknya diprediksi mulai terlihat pada minggu depan.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id