Presiden Prabowo Tegaskan Sosok Bung Karno Milik Seluruh Bangsa Indonesia
Nganjuk - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno atau Bung Karno, bukanlah milik satu partai politik saja, melainkan milik seluruh bangsa Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo saat melakukan kunjungan dan memberikan arahan di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu.
Menurut Prabowo, pemikiran dan ajaran para pendiri bangsa, termasuk Bung Karno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir, sangat penting untuk dipelajari oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia meyakini bahwa Indonesia hanya bisa menjadi negara yang kuat dan maju jika mampu menghimpun kekuatan dari seluruh elemen bangsanya.
Prinsip Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Selain membahas ketokohan para pendiri bangsa, Presiden Prabowo juga menyinggung penerapan politik luar negeri Indonesia yang secara konsisten menganut prinsip bebas aktif. Ia menekankan pentingnya menjalin persahabatan dengan berbagai pihak di tengah banyaknya konflik bersenjata di kawasan lain.
"Banyak kawasan sedang perang, Indonesia bebas aktif. Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Kita hormati semua," ujar Prabowo. Kebijakan bertetangga baik ini dibuktikan dengan penyelesaian sejumlah perjanjian yang sempat tertunda bertahun-tahun dengan Singapura, serta perbaikan hubungan bilateral dengan Vietnam dan China.
Prabowo bersyukur bahwa berkat diplomasi yang baik, kondisi di perairan Natuna kini jauh lebih stabil dan tidak sering terjadi keributan. Hubungan kenegaraan Indonesia dengan negara tetangga lainnya seperti Malaysia, Papua Nugini, Australia, dan Thailand juga dipastikan terjalin dengan sangat baik.
Budaya Menghormati Tamu Negara
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo turut menceritakan pengalamannya saat menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Fiji, Sitiveni Ligamamada Rabuka, di Istana Merdeka pada bulan April tahun lalu. Pemimpin negara berpenduduk sekitar satu juta jiwa tersebut dikabarkan merasa sangat terharu atas sambutan hangat yang diberikan oleh pemerintah Indonesia.
Menutup pernyataannya, Prabowo menjelaskan bahwa sikap saling menghargai adalah bagian integral dari budaya bangsa yang diwariskan oleh para tokoh terdahulu. Menurutnya, menghormati orang tua, guru, dan tamu negara merupakan ajaran luhur yang mempresentasikan wajah sejati bangsa Indonesia.
Disarikan dari Berbagai Sumber