Logo
Home Berita

Percepat Eliminasi TBC, Pemprov Sumbar dan Kemenkes Perkuat Sinergi hingga Nagari

Oleh Redaksi 16 May 2026
Percepat Eliminasi TBC, Pemprov Sumbar dan Kemenkes Perkuat Sinergi hingga Nagari
Percepat Eliminasi TBC, Pemprov Sumbar dan Kemenkes Perkuat Sinergi hingga Nagari — infopublik.id
Pemprov Sumbar dan Kemenkes perkuat sinergi lintas sektor hingga nagari untuk percepat eliminasi TBC dan optimalkan program cek kesehatan gratis.

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) menegaskan komitmennya untuk mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui penguatan kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa atau nagari. Komitmen ini ditekankan oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dalam Rapat Koordinasi Percepatan Eliminasi TBC yang digelar di Auditorium Gubernuran pada Selasa (12/5/2026).

Gubernur Mahyeldi menyatakan bahwa percepatan penanganan TBC tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan semata. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh unsur pemerintahan dan lapisan masyarakat. "Kami siap bersinergi dengan pemerintah pusat dalam penanganan berbagai isu kesehatan," tegasnya.

Edukasi dan Deteksi Dini

Mahyeldi menambahkan, edukasi kepada masyarakat menjadi langkah krusial agar warga lebih sadar untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak baru mendatangi fasilitas kesehatan ketika kondisi penyakit sudah parah.

Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Sumbar siap mengoptimalkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas oleh pemerintah pusat. Program ini dinilai penting sebagai upaya untuk memperkuat deteksi dini terhadap berbagai penyakit, termasuk TBC.

Perhatian Serius Pemerintah Pusat

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, menyebut bahwa Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap pemberantasan TBC. Berdasarkan data, terdapat 126 ribu kasus kematian akibat TBC di Indonesia setiap tahunnya, padahal penyakit ini bisa disembuhkan.

Benjamin menegaskan, percepatan eliminasi TBC merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta berupaya meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan. "Ini provinsi ke-24 yang kami datangi. Kami ingin memastikan pusat dan daerah bergerak bersama," ungkapnya.

Intervensi Lintas Sektor dan Program MBG

Wamenkes juga menekankan pentingnya dukungan lintas sektor hingga ke level pemerintahan terbawah dalam menekan laju penyebaran penyakit ini. Saat ini, pemerintah pusat tengah menyiapkan program renovasi 8.000 rumah bagi masyarakat, yang pelaksanaannya juga menyasar pasien TBC.

Selain itu, Kementerian Kesehatan mengusulkan agar pasien TBC dari keluarga kurang mampu dapat menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini bertujuan untuk mendukung pemenuhan asupan gizi pasien selama menjalani masa pengobatan yang panjang.

Tantangan Penemuan Kasus TBC di Sumbar

Terkait situasi di Sumatra Barat, Benjamin mengungkapkan bahwa estimasi kasus TBC di wilayah tersebut mencapai sekitar 25 ribu kasus. Namun, saat ini baru sekitar 15 ribu kasus yang berhasil ditemukan dan diobati. Kondisi ini menyisakan sekitar 10 ribu orang yang belum mendapatkan penanganan intensif.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, dr. Aklima, merinci estimasi kasus TBC di wilayahnya pada 2024 mencapai 25.037 kasus dengan angka temuan baru sekitar 62 persen. Ia meyakini penguatan implementasi Cek Kesehatan Gratis dapat menjadi solusi efektif untuk menemukan kasus-kasus yang belum terdeteksi.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:

Komentar Facebook

Link berhasil disalin