Strategi Menkeu Purbaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,61 Persen
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan strategi fiskal pemerintah dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia saat wawancara di sebuah stasiun televisi swasta di Jakarta pada Kamis (14/5/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I-2026 menembus 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), melampaui proyeksi awal sebesar 5,39 persen.
Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa kunci utama keberhasilan tersebut adalah menggerakkan seluruh sumber daya untuk bekerja secara optimal. Pemerintah berupaya menghidupkan mesin pertumbuhan ekonomi dari sektor pemerintah maupun swasta secara bersamaan.
Untuk mendorong belanja kementerian, Purbaya menerapkan kebijakan tegas namun terukur. Kementerian yang tidak merealisasikan belanja anggarannya diancam akan mendapat pemotongan alokasi dana pada tahun berikutnya.
Suntikan Likuiditas Sektor Swasta
Sementara itu, untuk menggerakkan sektor swasta, pemerintah memastikan kecukupan likuiditas dalam sistem finansial nasional. Kebijakan ini dilakukan dengan memindahkan dana pemerintah dari Bank Indonesia (BI) ke perbankan senilai Rp200 triliun.
Langkah ini bertujuan menghidupkan permintaan domestik serta aktivitas sektor privat dan rumah tangga. Menkeu menyebutkan, inisiatif pemindahan dana triliunan rupiah tersebut telah mendapat persetujuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Hasil dari strategi penguatan likuiditas ini mulai terlihat sejak triwulan IV-2025 yang tumbuh 5,39 persen dan berlanjut hingga triwulan I-2026. Purbaya optimistis Indonesia sudah berhasil keluar dari stagnasi pertumbuhan ekonomi di kisaran lima persen.
Perbaikan Iklim Investasi
Ke depan, Kementerian Keuangan akan memastikan sektor swasta dan pemerintah terus berjalan beriringan dengan baik. Jika dukungan likuiditas masih dirasa kurang, pemerintah siap memperbaiki iklim investasi di dunia bisnis.
Upaya tersebut saat ini dijalankan melalui Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking untuk mempermudah perizinan dan operasional bisnis. Purbaya berharap, perbaikan suasana berinvestasi ini dapat mendorong kontribusi sektor swasta yang lebih besar bagi perekonomian nasional dalam setahun ke depan.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id