Logo
Home Berita

Kepala Bakom RI Sebut Masyarakat Semakin Rasakan Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Oleh Redaksi 13 May 2026
Siswa penerima MBG
Siswa penerima MBG
Indikator positif lainnya terlihat dari persentase siswa yang menghabiskan seluruh porsi hidangan MBG. Angka ini merangkak naik dari 66,9 persen pada Juli 2025

Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa masyarakat semakin merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, pada hari Rabu.

Qodari menjelaskan bahwa temuan tersebut didasarkan pada survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang melibatkan 81.100 rumah tangga di seluruh Indonesia. Hasilnya, mayoritas penerima MBG menyetujui besarnya manfaat program ini dengan tingkat kepuasan yang meningkat sejak Juli hingga November 2025.

"Meningkatkan kemudahan memperoleh makan bergizi naik dari 81,4 persen menjadi 84,1 persen. Memperbaiki perilaku makan bergizi dari 80,3 persen menjadi 84,1 persen," kata Qodari saat memaparkan data survei.

Peningkatan Kepuasan Masyarakat

Tingkat persetujuan masyarakat terkait peran MBG untuk meringankan beban waktu menyiapkan makan siang juga meningkat dari 75,4 persen menjadi 78,3 persen. Selain itu, aspek meringankan pengeluaran sehari-hari naik dari 73,6 persen menjadi 75,9 persen.

Indikator positif lainnya terlihat dari persentase siswa yang menghabiskan seluruh porsi hidangan MBG. Angka ini merangkak naik dari 66,9 persen pada Juli 2025 menjadi 69,8 persen pada November 2025, yang mengindikasikan adanya perbaikan kualitas menu secara berkala.

Pengawasan dan Tata Kelola Program

Terkait teknis operasional, Qodari menegaskan bahwa pemerintah terus menyempurnakan tata kelola pelaksanaan MBG. Mengingat skalanya yang sangat besar, program ini mutlak memerlukan kerja sama yang kuat antar berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Penerapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dalam program ini juga dinilai telah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Sebagai bentuk pengawasan langsung, terdapat 3.615 aduan masuk sepanjang tahun 2026 ke layanan panggilan SAGI 127 yang dioperasikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Disarikan dari Berbagai Sumber

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:

Komentar Facebook

Link berhasil disalin