Kemenkes Dorong Lingkungan Inklusif dan Ramah Lansia Jelang HLUN 2026
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan lanjut usia (lansia) menjelang Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 Tahun 2026. Ajakan tersebut disampaikan dalam acara sosialisasi yang digelar secara daring dari Jakarta pada Senin, 11 Mei 2026.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes RI, Imran Pambudi, secara resmi membuka kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menegaskan bahwa peringatan HLUN yang jatuh pada 29 Mei menjadi momentum strategis untuk menciptakan lingkungan inklusif bagi lansia.
Tantangan Era Aging Population
Menurut Imran, Indonesia telah memasuki era aging population sejak tahun 2021. Hal ini ditandai dengan jumlah penduduk usia 60 tahun ke atas yang telah melampaui angka 10 persen dari total populasi nasional.
Saat ini, proporsi lansia di Indonesia tercatat mencapai sekitar 12 persen atau sebanyak 34 juta jiwa. Angka tersebut diperkirakan akan terus mengalami peningkatan hingga menyentuh 20 persen pada tahun 2045.
Peningkatan jumlah lansia ini membawa berbagai tantangan kesehatan sebagai akibat dari proses penuaan. Tantangan tersebut meliputi penurunan kapasitas fisik, mental, dan sosial, hingga meningkatnya risiko penyakit tidak menular serta sindrom geriatri.
Rangkaian Kegiatan HLUN 2026
Tahun ini, peringatan HLUN 2026 mengusung tema “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia yang Berdaya”. Rangkaian perayaan akan diisi dengan berbagai aktivitas edukasi, kampanye media sosial, webinar, serta dialog bersama para lansia.
Pemerintah juga berupaya menggerakkan partisipasi masyarakat melalui Gerakan Nasional Cinta Lansia bertajuk “30 Menit untuk Lansia”. Selain itu, Kemenkes akan menggelar sesi berbagi terkait pelayanan kesehatan terintegrasi bagi kelompok rentan tersebut.
Melalui ragam kegiatan ini, Kemenkes berharap kesadaran seluruh pemangku kepentingan semakin meningkat demi menjaga kualitas hidup lansia. Sosialisasi ini turut dihadiri oleh perwakilan kementerian, dinas kesehatan daerah, organisasi profesi, hingga mitra internasional seperti WHO dan World Bank.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id