Dinkes DKI Jakarta Gencarkan Skrining Lupus pada Perempuan di FKTP
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta menggencarkan deteksi dini dan skrining penyakit Lupus bagi perempuan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pada Senin (11/5/2026). Langkah strategis ini diumumkan di Jakarta sebagai respons atas tren peningkatan kasus penyakit yang kerap dijuluki "seribu wajah" tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni, menegaskan penguatan deteksi dini di FKTP menjadi kunci utama penanganan. Pernyataan tersebut disampaikannya secara langsung dalam agenda webinar peringatan Hari Lupus Sedunia.
Tren Peningkatan Kasus Lupus
Berdasarkan data BPJS Kesehatan, temuan kasus Lupus di rumah sakit maupun FKTP terus merangkak naik secara signifikan. Pada tahun 2023 tercatat 192.614 kasus, kemudian naik sekitar 24 persen menjadi 238.954 kasus pada 2024. Selanjutnya, jumlah tersebut kembali mengalami peningkatan menjadi 247.743 kasus pada tahun 2025.
Sri menjelaskan bahwa kenaikan angka ini membuktikan tenaga kesehatan kini lebih waspada dan mampu mengenali gejala awal Lupus. Namun, kondisi tersebut menuntut peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di FKTP untuk mendiagnosis pasien secara lebih akurat. Langkah ini dinilai krusial guna menghindari terjadinya kurang diagnosis maupun diagnosis berlebih di lapangan.
Fokus Skrining pada Perempuan
Penyakit Lupus selama ini dikenal sangat sulit dideteksi karena gejalanya yang tidak spesifik dan menyerupai penyakit lain. Oleh sebab itu, edukasi publik menjadi faktor penentu agar masyarakat lekas menyadari gejala awalnya. Melalui edukasi, penderita diharapkan tidak terlambat dalam mengakses layanan medis yang tepat.
Hasil studi secara konsisten memperlihatkan bahwa perempuan memiliki risiko 8 hingga 13 kali lebih tinggi mengidap Lupus dibandingkan laki-laki. Menyikapi hal itu, program skrining pemerintah saat ini diprioritaskan bagi kelompok perempuan berusia 18 tahun ke atas. Metode yang diterapkan berupa pengisian kuesioner khusus di FKTP, termasuk di Poli Calon Pengantin dan Poli Penyakit Tidak Menular Puskesmas.
Hingga April 2026, Dinkes DKI Jakarta mencatat sebanyak 943 orang telah menjalani tahapan skrining di tingkat Puskesmas. Hasilnya, sebanyak 22,4 persen peserta dicurigai mengidap Lupus dan telah dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan. Dinkes DKI Jakarta berharap seluruh FKTP dapat mengoptimalkan deteksi dini agar kondisi pasien tidak memburuk sebelum ditangani di rumah sakit.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id