Logo
Home Berita

Prakiraan Cuaca BMKG: Potensi Hujan di Indonesia Mulai Berkurang Jelang Musim Kemarau

Oleh Redaksi 10 May 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Potensi Hujan di Indonesia Mulai Berkurang Jelang Musim Kemarau
Prakiraan Cuaca BMKG: Potensi Hujan di Indonesia Mulai Berkurang Jelang Musim Kemarau — infopublik.id
BMKG memprakirakan potensi hujan di wilayah Indonesia mulai berkurang sepekan ke depan pada masa peralihan menuju musim kemarau akibat monsun Australia.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Jumat, 8 Mei 2026, mengumumkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki periode peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Hal ini diprakirakan menyebabkan potensi curah hujan mulai berkurang secara signifikan dalam sepekan ke depan, yakni pada periode 8–14 Mei 2026.

Kondisi tersebut dipicu oleh menguatnya monsun Australia yang membawa massa udara kering dari arah tenggara menuju Indonesia. Prakirawan BMKG, Yuni Maharani, menjelaskan bahwa penguatan monsun ini menyebabkan aliran angin timuran mendominasi dengan kandungan uap air yang relatif sangat rendah.

Kendati demikian, BMKG mengingatkan bahwa sejumlah fenomena atmosfer masih aktif dan dapat memicu pembentukan awan hujan di berbagai daerah. "Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, hingga gelombang Rossby ekuatorial masih memengaruhi dinamika atmosfer Indonesia selama sepekan ke depan," ujar Yuni.

Prakiraan Cuaca dan Dinamika Atmosfer

Fenomena MJO diperkirakan melintasi sebagian besar wilayah Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Sementara itu, gelombang Kelvin diprediksi aktif di sebagian wilayah barat hingga timur, dan gelombang Rossby ekuatorial terpantau di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi bagian selatan, Maluku, serta pesisir barat Papua.

Pada periode 8–10 Mei 2026, kondisi cuaca di Indonesia umumnya akan didominasi hujan ringan hingga lebat. BMKG merilis peringatan dini siaga untuk potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang di Sumatra Utara, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Tengah.

Selanjutnya, pada periode 11–14 Mei 2026, cuaca di sebagian besar kawasan Indonesia diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang. Meski curah hujan mulai berkurang, potensi hujan lebat dengan petir dan angin kencang tetap harus diwaspadai di wilayah Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Suhu Panas dan Ancaman Cuaca Ekstrem

Sebelumnya, pada rentang 4–6 Mei 2026, BMKG mencatat suhu panas yang menyentuh angka 35 hingga 37,1 derajat Celsius di Kalimantan Timur, Papua Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah, dan Sumatra Utara. Suhu tinggi ini disebabkan oleh minimnya tutupan awan pada pagi hingga siang hari sehingga radiasi matahari menyinari permukaan bumi secara maksimal.

Walaupun mulai memasuki kemarau, hujan berintensitas ekstrem nyatanya masih terjadi di beberapa daerah dalam beberapa waktu terakhir. Curah hujan harian tertinggi tercatat mencapai 159 milimeter di Jawa Barat, 131,8 milimeter di Kalimantan Barat, serta terpantau sangat lebat di kawasan Banten, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Hujan lebat juga sempat melanda Jakarta, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sumatra Barat, Riau, dan Jambi. Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat serta para pemangku kepentingan untuk tetap mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi dengan rutin memantau peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin