Logo
Home Berita

Di KTT ASEAN, Presiden Prabowo Tegaskan Pangan Penentu Kedaulatan Negara

Oleh Redaksi 10 May 2026
Di KTT ASEAN, Presiden Prabowo Tegaskan Pangan Penentu Kedaulatan Negara
Di KTT ASEAN, Presiden Prabowo Tegaskan Pangan Penentu Kedaulatan Negara — infopublik.id
Presiden Prabowo Subianto tegaskan pentingnya ketahanan pangan sebagai fondasi kedaulatan dan stabilitas negara dalam KTT ASEAN ke-48 di Cebu.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan isu mendasar yang menentukan keberlangsungan kedaulatan sebuah negara. Sikap tersebut disampaikan dalam pidato sesi pleno KTT ASEAN ke-48 di Cebu pada hari Jumat, 8 Mei 2026, sebagai landasan kemerdekaan bangsa. Menurutnya, stabilitas perdamaian regional ini dapat dicapai melalui kehadiran kuat pemerintah dalam melindungi sektor pertanian dari ancaman krisis.

Presiden Prabowo menekankan bahwa sektor pertanian tidak bisa dipandang sekadar sebagai urusan komersial atau ekonomi semata. Negara wajib mengambil tanggung jawab penuh menjaga sektor vital ini karena menyangkut langsung kebutuhan dasar masyarakat. "Tanpa pangan, pada dasarnya tidak ada masyarakat, kemerdekaan, dan kedamaian," ungkapnya di hadapan para pemimpin negara kawasan.

Pemerintah diyakini memiliki peran sentral dalam memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian kondisi global. Prabowo kembali menegaskan bahwa ketahanan pangan di Indonesia tidak boleh diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme swasta. Keberpihakan nyata dan intervensi pemerintah sangat dibutuhkan demi terwujudnya kesejahteraan para petani.

Ancaman El Nino dan Sinergi Kawasan

Dalam forum internasional itu, Presiden turut mengingatkan negara-negara ASEAN mengenai ancaman nyata perubahan iklim, terutama potensi El Nino ekstrem. Risiko cuaca buruk tersebut dapat mengganggu tingkat produksi komoditas pangan di seluruh kawasan regional secara masif. Kondisi ini membuat penguatan kerja sama multilateral di bidang ketahanan pangan menjadi semakin mendesak.

Prabowo mendorong negara tetangga untuk memperkuat sinergi pengembangan teknologi pertanian serta memajukan diversifikasi cadangan pangan lokal. Selain itu, optimalisasi sistem cadangan kawasan melalui program ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR) harus segera ditingkatkan. Ancaman krisis pangan dinilai sebagai tantangan bersama yang menuntut negara-negara ASEAN untuk bertindak kompak.

Langkah Strategis Kementerian Pertanian

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, Kementerian Pertanian terus mempercepat langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional secara mandiri. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pada 9 Mei 2026 bahwa swasembada merupakan hasil kerja keras pemerintah bersama para petani Indonesia. Langkah modernisasi pertanian hingga perbaikan irigasi terus dilakukan secara masif guna menghadapi tantangan iklim global.

Berbagai indikator terkini menunjukkan adanya penguatan yang sangat signifikan pada sektor pertanian nasional kita. Stok cadangan beras pemerintah tercatat telah melampaui angka 5 juta ton, yang menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah kemerdekaan. Kesejahteraan para petani juga berangsur naik, tecermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang sukses menyentuh level 125,45 pada bulan Februari 2026.

Kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia juga terus menunjukkan tren penguatan yang positif dan stabil. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sektor strategis ini sukses menyumbang 12,67 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada kuartal I 2026. Transformasi tersebut kini terus dipercepat melalui program hilirisasi komoditas utama seperti kelapa sawit, kakao, kopi, dan kelapa.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin