Komdigi Perkuat Digitalisasi UMKM Melalui Koperasi Desa Merah Putih
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus berupaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa agar masuk ke ekosistem digital melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Upaya strategis ini dibahas dalam Workshop Media di Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (6/5/2026), untuk memastikan infrastruktur telekomunikasi dimanfaatkan secara optimal. Langkah tersebut diambil guna memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing ekonomi pedesaan secara nasional.
Direktur Ekosistem Media Kementerian Komdigi, Farida Dewi Maharani, menyebutkan bahwa 83 ribu KDKMP telah beroperasi dan menjadi kekuatan baru ekonomi desa. Ia menegaskan bahwa transformasi digital antara koperasi dan UMKM tidak bisa berjalan secara terpisah. "Dibutuhkan sinergi kolektif agar UMKM bisa naik kelas, lebih adaptif, dan berkelanjutan," ujarnya melalui keterangan resmi pada Kamis (7/5/2026).
Berdasarkan data pemerintah, dari total 60 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 40 persen yang telah terintegrasi ke dalam ekosistem digital. Oleh sebab itu, penguatan konektivitas mutlak diperlukan untuk membuka ruang akses pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha di daerah.
Pemerataan Infrastruktur dan Tata Kelola Koperasi
Dalam mendukung kelancaran konektivitas, cakupan jaringan 4G kini telah menjangkau 98,95 persen populasi di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, layanan jaringan 5G juga telah berhasil menjangkau 22 persen pusat ekonomi serta kawasan urban. Penguatan infrastruktur dasar ini difokuskan agar seluruh koperasi dan UMKM semakin terkoneksi dengan internet secara stabil.
Farida meyakini bahwa wilayah desa dan kelurahan memegang potensi besar sebagai sumber utama pertumbuhan ekonomi baru. Jika didukung oleh literasi digital dan infrastruktur yang memadai, koperasi desa akan mampu berperan sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Asisten Deputi Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi, Riza Azmi, memaparkan bahwa puluhan ribu KDKMP telah berdiri masif sejak diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025. Proses operasional koperasi ini telah dilengkapi oleh Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes) guna mewujudkan modernisasi tata kelola. Platform teknologi tersebut dinilai krusial sebagai fondasi dalam menjaga transparansi, efisiensi operasional, dan kemudahan layanan keanggotaan.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id