Presiden Prabowo: Indonesia Tak Panik Hadapi Dinamika Global Berkat Kemandirian Pangan dan Energi
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak panik dalam menghadapi dinamika global berkat penguatan kemandirian nasional. Pernyataan tersebut disampaikannya saat berdialog dengan warga dan pelajar di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Leato Selatan, Kota Gorontalo, pada Sabtu (9/5/2026).
Prabowo menjelaskan bahwa penguatan negara saat ini difokuskan pada dua sektor strategis, yakni ketahanan pangan dan energi nasional. Kepastian swasembada pangan serta target kemandirian bahan bakar minyak (BBM) menjadi kunci utama agar Indonesia tidak bergantung pada pasokan negara lain.
Target Swasembada BBM
Kepala Negara menargetkan agar Indonesia dapat segera menghentikan impor BBM di masa mendatang. Menurutnya, potensi kekayaan alam yang sangat besar harus sepenuhnya dikuasai dan dikelola secara mandiri demi kepentingan rakyat luas.
"Kita tidak akan impor BBM lagi, Saudara-saudara. Kita bangsa yang kaya, tetapi yang penting sekarang kekayaan harus bisa kita kuasai dan kelola dengan baik," ungkap Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden mengingatkan adanya risiko besar jika sumber daya alam tersebut tidak dikelola dengan serius dan bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan yang jujur dan tata kelola yang baik sangat krusial agar kekayaan tersebut tidak dikuasai oleh bangsa asing.
Keberhasilan Sektor Pangan
Di sisi lain, keberhasilan pemerintah dalam memperkuat sektor pangan telah membuat posisi Indonesia semakin dihormati di mata dunia. Indonesia dinilai mampu membuktikan ketahanannya karena secara bertahap melepaskan ketergantungan dari komoditas luar negeri.
Prabowo merinci bahwa Indonesia kini telah berhasil mencapai kemandirian untuk berbagai komoditas krusial, mulai dari beras hingga jagung. "Kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar," pungkasnya.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id