Logo
Home Berita

Festival Egrang Dinilai Jadi Penyeimbang Anak di Tengah Gempuran Era Digital

Oleh Redaksi 10 May 2026
Festival Egrang Dinilai Jadi Penyeimbang Anak di Tengah Gempuran Era Digital
Festival Egrang Dinilai Jadi Penyeimbang Anak di Tengah Gempuran Era Digital — infopublik.id
Wamenkomdigi Nezar Patria menyebut permainan egrang menjadi penyeimbang emosional dan interaksi sosial anak di tengah tingginya aktivitas ruang digital.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menilai permainan tradisional egrang menjadi ruang jeda yang penting bagi anak-anak. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri peluncuran Festival Egrang ke-14 di Ledokombo, Jember, Jawa Timur, pada Sabtu (9/5/2026). Permainan fisik ini dinilai mampu menjaga keseimbangan emosional dan interaksi sosial anak di tengah tingginya intensitas penggunaan ruang digital.

Menurut Nezar, egrang berfungsi sebagai tombol jeda dari tingginya paparan aktivitas digital masyarakat. Hal ini dinilai krusial mengingat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 80,26 persen dari total populasi. Saat ini, tercatat sekitar 230 juta masyarakat telah terkoneksi dengan internet secara aktif.

Pentingnya Keseimbangan Aktivitas

Wamen Nezar menjelaskan bahwa masyarakat kini tidak sekadar menggunakan teknologi, melainkan hidup di dalamnya. Akibatnya, banyak permainan tradisional anak yang mulai tergusur oleh keberadaan ruang digital. Beruntung, egrang menjadi salah satu permainan yang masih bertahan karena dijaga dengan baik oleh komunitas setempat.

Pelindungan anak di ruang digital dinilai tidak bisa hanya mengandalkan regulasi dari platform semata. Diperlukan juga lingkungan sosial yang sehat serta ruang interaksi nyata bagi anak-anak. Melalui egrang, anak-anak dikembalikan untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan sosialnya.

Selain itu, anak-anak dapat belajar menjaga keseimbangan, bekerja sama, dan membangun keberanian lewat pengalaman nyata. Permainan ini turut mengajarkan nilai pendidikan karakter yang kuat bagi generasi muda. Anak-anak diajarkan untuk kembali bangkit ketika terjatuh dan saling mendukung dalam kebersamaan.

Apresiasi untuk Komunitas

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Festival Egrang Ledokombo. Festival ini dipandang sebagai ruang budaya dan sosial yang membantu anak-anak tumbuh sehat. Upaya tersebut sangat relevan di tengah perkembangan teknologi digital yang makin pesat.

Ke depannya, Wamen Nezar berharap anak-anak Indonesia mampu memanfaatkan teknologi dengan lebih bijak. Di saat bersamaan, mereka juga diharapkan tetap kuat secara emosional dan sosial. Generasi muda ini diproyeksikan menjadi tunas yang tumbuh sehat demi masa depan Indonesia yang lebih hebat.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin